Tidak semua memang yang memiliki cita-cita berpendidikan tinggi. Bagi orang yang berpikir pragmatis, ia akan memilih jalan “cukup belajar 9 tahun”, lalu bekerja.
Untuk orang yang berambisi luar biasa, baginya hal demikian takkan memuaskan dirinya terhadap banyaknya ilmu di dunia ini. Mereka menimba ilmu bahkan sampai ke jenjang S3. Ada pula yang membela-belakan diri terbang ke luar negeri.
Indonesia menjadi satu di antara negara di dunia yang memberikan fasilitas “overseas education”. Hampir setiap tahun ada saja ratusan siswa dan mahasiswa yang diantar ke luar negeri. Ada yang sudah dikontrak oleh lembaga pendidikan disana, ada pula karena urusan pertukaran pelajar. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia mengirimnya ke sejumlah negara besar seperti Amerika, Arab Saudi, Jepang, Cina, Iran, Australia, dan masih banyak lagi.
SBY dalam kunjungan terakhirnya ke Australia, selain membahas soal impor sapi dan pembelian 10 pesawat Hercules, juga menerangkan bahwa ia akan memudahkan akses para pelajar di Tanah Air agar bisa menikmati dan mengenyam pendidikan di negara-negara tetangga Indonesia bagi yang berprestasi. Langkah yang dilakukan adalah dengan memudahkan visa mereka.
Mungkin sejauh ini kendala dan pengahalang pelajar agar bisa ke sana adalah hal tersebut. SBY melihat itu dan memperbaikinya. Jadi sekarang para pelajar bebas tanpa halangan bila ingin berkunjung ke Negeri Kanguru.
Semoga dengan adanya revolusi ini semua pelajar berprestasi yang ingin mampir kesana tidak menemui hambatan berarti. Saya berharap negeri ini semakin membaik dan intelek karena dipenuhi generasi muda harapan bangsa.
Fauzi Ramadhan
Jl Gongseng Raya, Jakarta Timur
13770