INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, kepolisian harus mampu mengatasi persoalan-persoalan yang kerap terjadi di masyarakat. Misalnya, ormas-ormas yang seolah-olah menjadi polisi bayangan, dan bahkan main hakim sendiri dengan cara kekerasan hanya karena perbedaan pandangan, keyakinan dan lainnya.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan polisi sering terlambat berada di tengah masyarakat pada saat terjadi gangguan kamtibmas. Contoh, kekerasan geng motor.
Polisi juga dirasakan lambat direspon masyarakat. Mereka mengeluh karena polisi kerap tidak terlihat pada jam-jam yang kurang aman dan pada tempat-tempat yang rawan kejahatan.
"Belum lagi masih ada oknum-oknum polisi yang berperan negatif. Sehingga, tidak salah apabila ada anggota polisi nakal yang berhadapan dengan hukum," tandas Didi dalam siaran persnya kepada INILAH.COM, Minggu (1/7/2012).
Dia berharap Polri harus bisa menjadi teladan dan pengayom masyarakat. Polisi-polisi yg humanis dekat dengan rakyat dan senantiasa bisa menjadi pelindung. Penjaga dan pengawal bagi kamtibmas. Lainnya, kasus-kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat harus menjadi prioritas utk dituntaskan.
Contoh, kasus rekening gendut polisi, kasus Gayus Tambunan (mafia pajak), premanisme, illegal logging, illegal mining, illegal fishing, terorisme, dan narkoba.
"Polisi sebagai mitra harus lebih mengedepankan pendekatan kepada masyarakat. Yang lebih penting lagi adalah pendekatan edukatif. Memberikan pembelajaran dan pemahaman hukum kepada masyarakat khususnya, masyarakat yang masih awam terhadap hukum," tutur Didi.
Dia berharap polisi bekerja lebih giat lagi dalam memberikan rasa aman, rasa ketentraman kepada masyarakat melalui peran penegakan hukum secara manusiawi, dan tidak tebang pilih.
"Senantiasa mengedepankan azas praduga tak bersalah, dan tidak menghakimi. Semoga semangat HUT-ke 66 Bhayangkara dengan tema revitalisasi Polri dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Polisi semakin berperan aktif, berpihak kepada rakyat," tambah Didi. [yeh]