Jumat, 24 Mei 2013 | 09:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Akankah China Jadi Penguasa Angkasa?
Headline
Ist
Oleh:
web - Minggu, 1 Juli 2012 | 11:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – China telah membuat sejarah dalam bidang luar angkasa. Tiga awaknya, belum lama ini, berhasil merapatkan pesawatnya dengan stasiun luar angkasa secara manual. Inilah torehan sejarah yang diklaim sebagai yang pertama kali di dunia.

Selama ini, pesawat yang merapat ke stasiun ruang angksa dilakukan secara remot dari bumi. Sedangkan tiga awak China itu melakukannya secara manual. Maka, berbanggalah rakyat China atas pencapaian itu.

Akankah China menggantikan Amerika Serikat dan Rusia di luar angkasa? Demikian kira-kira pertanyaannya.

Salah seorang yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu adalah Leroy Chiao, mantan astronot NASA dan pemimpin Stasiun Luar Angkasa Internasional. Kepada CNN, ia menuturkan prestasi China itu memang patut dibanggakan. Namun, sebetulnya itu bukan hal baru. Sebab, 40 tahun lalu AS dan Uni Sovyet sudah pernah melakukan hal sama.

Lagi pula, sebulan sebelum pesawat Shenzhou-9 merapatkan diri secara manual di stasiun luar angkasa Tiangong-1, perusahaan swasta AS sudah melakukannya. Pada Mei 20120 SpaceX menjadi perusahaan swasta pertama yang mengirim kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Kargo itu merupakan percobaan penerbangan pertama yang terintegrasi dengan pesawat Falcon-9 dan kapsul Dragon.

Hanya saja, pemberitaan di media massa jauh lebih heboh misi China ketimbang keberhasilan perusahaan swasta AS itu. Mungkin itu terjadi karena China melakukannya oleh negara sedangkan AS oleh perusahaan swasta.

Namun persoalannya bukan di sana. Menurut Chiao, China memang memiliki teknologi yang bagus di bidang luar angkasa. Hanya saja, mereka masih miskin pengalaman. Chiao yang pernah melihat teknologi China itu juga mengatakan, jika dibandingkan dengan AS, kemampuan China masih sangat jauh.

Namun demikian, China tidak bisa dianggap enteng sebab negara ini terus bergerak. AS bagaimanapun ketar-ketir melihat keunggulan China. Sebab, persoalannya adalah bukan apakah AS lebih unggul dari China. Melainkan, apa yang dilakukan AS, sekarang China sudah bisa melakukannya.

Karena itu, jika AS tidak ingin tertinggal oleh China, AS harus memimpin proyek luar angkasa internasional seperti yang sekarang sudah dijalankan melalui Stasiun Luar Angkasa Internasional. Sebab, kini bukan saatnya lagi berlomba antarnegara menuju luar angkasa.

Chiao menyarankan. Proyek luar angkasa harus diarahkan pada yang kerjasama yang lebih luas di bidang luar angkasa. Bukan lagi pada perlombaan masing-masing negara. Namun, kerjasama itu harus dipimpin oleh AS. Mengajak AS harus membawa China dalam kerjasama ini. Dengan cara inilah, menurut Chiao, AS akan tetap unggul. Jika tidak, AS bisa tertinggal jauh. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.