Sabtu, 25 Mei 2013 | 10:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mario Balotelli
'Si Bengal' Tersenyum Lebar
Headline
Mario Balotelli - IST
Oleh: Arie Nugroho
web - Jumat, 29 Juni 2012 | 11:39 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - 'Si Anak Bengal' Mario Balotelli, memukau publik sepakbola dunia ketika lesakkan sepasang golnya mengantar Italia ke final Piala Eropa. Berikut profil singkatnya.

Italia memastikan diri melangkah ke babak final Piala Eropa 2012 setelah menumbangkan Jerman dengan kemenangan tipis 2-1 di babak semifinal yang digelar di Stadion National, Warsawa, Jumat (29/6/2012) dinihari WIB.

Pahlawan kemenangan Italia di partai ini tak lain dan tak bukan adalah 'Si Bengal' Mario Balotelli. Penyerang asal klub Manchester City itu melesakkan dua gol masing-masing pada menit ke-20 dan 36.

Dua gol yang dicetak penyerang berjuluk Super Mario itu juga boleh dibilang cukup berkelas. Go pertama lahir melalui tandukan kerasnya di muka gawang usai menerima umpan silang Antonio Cassano. Lalu, gol kedua tercipta berkat kejeliannya lolos dari perangkap offside usai menerima umpan terobosan matang Riccardo Montolivo.

Usai mencetak gol keduanya ke gawang Jerman, Balotelli melakukan selebrasi unik. Balotelli melepas kostumnya dan lalu memamerkan otot-ototnya. Alhasil, kartu kuning pun harus diterimanya.

"Mereka tidak marah untuk selebrasi saya yang akhirnya diganjar kartu kuning itu. Mereka justru iri melihat fisik saya!" canda Balotelli ketika ditanya tentang reaksi rekan-rekan setimnya untuk selebrasi unik tersebut.

Ya, bukan Balotelli memang jika tak membuat kontroversi. Sepanjang keriernya di lapangan hijau, Balotelli memang kerap menjadi bahan pergunjingan publik sepakbola dunia. Namun, bukan karena prestasinya, melainkan berbagai tingkah konyol yang diperbuatnya.

Balotelli pernah melempar anak panah mini (darts) ke arah para pemain muda Manchester City yang tengah berlatih, dievakuasi dari rumahnya sendiri akibat membakar kamar mandinya dengan kembang api, dan terlibat adu jotos dengan rekan-rekannya di Manchester City pada saat latihan.

Untuk urusan asmara, mantan penggawa Inter Milan itu juga tak kalah kontroversialnya. Meski saat ini duah memiliki kekasih model cantik asal Italia, Raffaella Fico, Balotelli ternyata beberapa kali ketahuan berselingkuh.

Seorang wanita penghibur bernama Jenny Thompson mengaku pernah tidur dengannya. Bahkan, Jenny memberikan nilai 9,5 bagi kemampuan Balotelli di atas ranjang.

Kemudian, Chloe Evans yang mengumbar kisah cinta rahasianya dengan Balotelli. Gadis 21 tahun itu mengaku sudah menjalin hubungan dengan Balotelli selama hampir dua tahun.

Dibalik segala kontroversi dan tingkah konyolnya, memang harus diakui bahwa Balotelli adalah seorang pesepakbola dengan teknik mumpuni.

Pemain kelahiran tahun 1990 itu terkenal sebagai striker hebat yang punya teknik yang bagus serta dapat bermain di posisi mana saja di bagian depan. Dia juga adalah pengambil set piece yang bagus.

Balotelli lahir dari pasangan imigran asal Ghana, Thomas dan Rose Barwuah. Pada tahun 1993, saat berusia 3 tahun, keluarga Barwuah setuju untuk diadopsi oleh keluarga Balotelli. Adopsi ini resmi disahkan oleh pengadilan Brescia.

Pada usia lima tahun, 'Super Mario' masuk di sebuah akademi sepak bola di Brescia, USO Mompiano. Ia menjadi satu-satunya pemain berkulit hitam dari begitu banyak anak yang mendaftar.

Lantas, Balotelli kecil menghadapi perilaku yang kurang mengenakkan di klubnya waktu itu. Bahkan ia nyaris dikeluarkan dari klub atas permintaan orang tua para anggota tim USO Mompiano lainnya.

Hal serupa kembali ia alami ketika memasuki klub AC Lumezzane pada karier juniornya. Balotelli kembali harus berjuang melawan rasisme yang mengarah kepadanya. Beruntung pihak klub mau membantu perjuangan Balotelli terhadap rasisme. Memang begitu banyak cerita bisa dipetik dari kehidupan Balotelli, baik kisah perjuangan masa kecilnya hingga perilaku kontroversial

Pada usia 15 tahun, Balotelli mendapat promosi ke tim senior Lumezzane, dan debutnya berlangsung saat melawan Padova di Liga Italia Serie C1. Dia akhirnya dibeli oleh Inter Milan seharga 340 ribu Euro pada musim 2006-2007.

Pada tanggal 16 Desember 2007, dia akhirnya bisa melakukan debut pertamanya bersama tim senior ketika menggantikan David Suazo di laga Liga Italia Serie A melawan Cagliari. 3 hari setelah itu dia menjadi pemain inti saat melawan Reggina di Piala Italia dan mencetak 2 gol dalam kemenangan 4–1.

Menuai sukses besar di Italia, Balotelli mencoba peruntungannya di tanah Inggris dengan bergabung ke Manchester City pada Agustus 2010. Selama dua musim memperkuat 'The Citizen', Balotelli total tampil sebanyak 60 kali dan mencetak 27 gol.

Menanggapi berbagai kontroversi yang telah dibuatnya, Balotelli hanya tersenyum lebar. Sunggingan senyum yang sama ia perlihatkan tatkala menghempaskan Jerman di babak semifinal Piala Eropa.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.