INILAH.COM, Indianapolis – Bandara di Indianapolis, Amerika Serikat, dibuat heboh oleh kelakuan petugas keamannya. Seorang petugas keamanan di bandara itu ngotot meminta seorang calon penumpang membuka sebuah stoples tertutup rapat, bertuliskan “Sisa Tubuh Manusia”.
Sebagimana diberitakan Daily Mail, calon penumpang itu kontan saja menolaknya, karena di dalam stoples itu bersemayam sang kakek tercinta. Petugas berdalih memenuhi prosedur yang ditetapkan untuk memeriksa barang bawaan penumpang. Apalagi, bawaan itu tertutup rapat, sehingga semakin curiga saja petugas itu.
Peristiwa berawal ketika John Gross, seorang warga Indianapolis, berniat pergi ke Florida untuk membawa abu jenazah Mario Mark Marceletti. Abu Jenazah itu dibagi-bagi ke dalam sejumlah stoples dan dibawa oleh beberapa anggota keluarga. Gross juga mendapat bagian satu buah stoples.
Perempuan petugas keamanan tadi ngotot dan tetap meminta membukanya. Petugas itu pun membukanya dengan paksa. Maka, terbukalah stoples itu dan..... berhamburanlah abu jenazah di lantai.
Gross kontan marah bercampur sedih. Ia tidak ingin tubuh kakeknya berhamburan begitu saja. Ia pun bergegas mengumpulkan kembali abu yang berhamburan itu.
Sementara itu, sang petugas keamanan malah menertawakan Gross yang tengah mengumpulkan abu itu dengan tanganya sambil merangkak. “Dia tidak meminta maaf dan malah menertawakan saya yang sibuk mengumpulkan kepingan tulang. Saya pun tidak bisa mengumpulkan semuanya karena saat itu antrean di belakang saya sudah panjang,” ujar Gross.
Atas peristiwa, itu, Gross menuntut pihak Bandara. Apalagi, sesuai peraturan, petugas keamanan dilarang memeriksa sisa-sisa tubuh manusia, apapun kondisinya. Pemeriksaan cukup melalui mesin pemindai.
Gross tidak berharap banyak, ia hanya meminta petugas tadi meminta maaf, termasuk karena menertawakannya. [tjs]