INILAH.COM, Sekupang - Rusli (45), karyawan PT Pertamina ditemukan tewas oleh rekan kerjanya dalam posisi tergantung, diplafon luar gedung labor perusahaan tersebut yang berlokasi di Pulau Sambu Belakangpadang, Senin (25/6) Pukul 06.00 WIB. Korban yang meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak tersebut, setelah dilaporkan ke pihak kepolisian, jenazahnya langsung dibawah ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dihari yang sama.
Dari informasi yang didapat, korban yang merupakan karyawan Outsourching di PT Pertamina sejak 1996 itu. Awalnya, korban dikabarkan tidak pulang ke rumah oleh pihak keluarganya kepada rekan kerja korban sejak minggu malam. Padahal, sehari sebelum ditemukan jenazah, korban berangkat kerja pada Minggu sore hari karena shift malam. Seharusnya, pulang pada Pukul 23.00 WIB, namun pihak keluarga tidak mendapat kabar alasan rusli tidak pulang.
"Karena keluarga menanyakan itulah, karyawan lainya mencoba mencari. Namun, baru pada paginya ditemukan dalam posisi tergantung. Dan korban bekerja di Pertamina di bagian labor. Memang saat pergantian shift pada pukul 23.00 WIB, korban sudah tidak terlihat, hanya HP nya yang teretinggal dikantor ," terang pria itu yang tidak ingin nama nya disebutkan, yang ditemui diruang jenazah, Senin (25/6).
Pria itu menambahkan, kalau selama ini Keseharian Rusli sangat menyenanangkan. Dan sepanjang sepengetahuannya, korban tidak pernah ada masalah ditempat kerja. Apalagi korban sangat bersahabat dalam pergaulaun. Dengan kejadian seperti ini, tentu sebagai sesama rekan kerja sangat kaget.
Namun demikian, lanjut pria itu, ada hal-hal yang tidak meyakinkan dirinya kalau korban murni bunuh diri. Selain korban dikenal tidak ada masalah, posisi saat ditemukan korban, kedua tangan dalam keadaan diikat dan matanya tidak terbelalak.
"Kok bisa ya, tangan terikat sendiri, kemudian matanya tidak terbelalak lagi. kalau bunuh diri biasanya matanya terbelalak," katanya.
Sementara, Kapolsek Belakang Padang AKP Mukarom saat dikonfirmasi mengaku belum belum bisa menyimpulkan sebab tewasnya Rusli. Namun yang jelas, dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun demikian pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan.
"Korban meninggal sekitar 12 jam setelah ditemukan. Kondisinya ditemukan dalam keadaan tergantung menggunakan tali minyak labor. Sementara tangannya, juga terikat dengan tali. Mengenai ada indikasi yang lain, kita masih menyelidiki," terangnya.
Usai mendapatkan visum di RSBP Batam, korban langsung dibawah kerumah duka di Pulau Sambu untuk disemayamkan dihari yang sama. [ton]