Rabu, 19 Juni 2013 | 08:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tutup  
Inilah Kota-kota Mahal Bagi Ekspatriat Dunia
Headline
thestandard.com
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Selasa, 26 Juni 2012 | 20:35 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Bangkok - Bagi para eksekutif yang mendapat penugasan internasional, kota-kota Jepang tercatat sebagai yang termahal di dunia. Dua kota di Thailand, Bangkok dan Chiang Mai juga termasuk dalam 50 kota paling mahal bagi para eksekutif internasional.

Menurut survei yang dilakukan konsultan global ECA International seperti dikutip oleh koran The Nation kemarin (25/6), Bangkok posisinya melorot dari peringkat 17 tahun lalu menjadi 29 tahun ini. Sedangkan Chiang Mai turun ke peringkat 31. Dalam urutan dunia, Bangkok menempati peringkat 163 dan Chiang Mai 198 kota-kota mahal di mata para eksekutif global.

Tokyo masih merupakan kota yang paling mahal di dunia. Di Asia, kota-kota Jepang menduduki empat kota peringkat teratas termahal. Di Asia, Beijing telah meningkat dari peringkat 8 ke peringkat 5 lokasi paling mahal, sementara Shanghai telah naik dari 9 ke posisi 6. Singapura telah jatuh dari peringkat 6 ke posisi peringkat 8 di kategori Asia.

Langkah Beijing sampai pada peringkat global sangat dramatis. Kota ini sekarang masuk ke dalam 20 kota termahal di dunia, naik dari tempat ke-48 dalam survei yang sama tahun lalu. "Tingkat kenaikan harga barang dan jasa umumnya dibeli oleh para eksekuti internasional di China sudah naik tajam dalam satu tahun terakhir," jelas Lee Quane, direktur regional, Asia ECA International.

"Selain itu, Renminbi juga makin kuat terhadap mata uang utama dunia. Dua faktor ini secara bersama telah memberikan kontribusi untuk mendorong biaya hidup di kota-kota China bagi para eksekutif internasional secara signifikan. Bagi banyak perusahaan biaya penempatan eksekutif ke China telah meningkat secara signifikan dibandingkan dengan mereka menempatkan eksekutif di Singapura, Hong Kong dan lokasi lainnya di kawasan ini."

Meskipun jatuh di peringkat Asia, Singapura terus menapak sampai peringkat dunia. Kota ini masuk di posisi ke-32, naik dari posisi ke-38 tahun lalu dan pada peringkat ke-69 tahun sebelumnya. Sekarang peringkatnya lebih tinggi daripada daripada kota-kota seperti Berlin (47) dan Paris (34).

"Harga barang dan jasa yang biasa dikeluarkan eksekutif internasional di Singapura telah meningkat rata-rata hampir 6 persen dalam dua belas bulan terakhir. Ini hampir dua kali lipat peringkat tahun lalu. Bersama dengan menguatnya dolar Singapura terhadap mata uang utama dunia, pasti memberi kontribusi terhadap kenaikan peringkat Singapura sebagai kota mahal di mata para eskekutif internasiona,” tambahnya.

Biaya hidup untuk eksekutif internasional dipengaruhi oleh tingkat inflasi, ketersediaan barang dan nilai tukar, yang semuanya dapat memiliki dampak signifikan terhadap paket remunerasi yang diberikan perusahaan.

Untuk membantu perusahaan multinasional menghitung gaji penugasan para eksekutifnya, ECA melakukan dua Survei Biaya Hidup per tahun, dengan membandingkan sekeranjang barang dan jasa yang umumnya dibeli oleh para eksekutif di 400 lokasi di seluruh dunia.

Biaya hidup tertentu seperti akomodasi, pembelian utilitas, mobil dan uang sekolah tidak termasuk dalam survei. Item tersebut dapat membuat perbedaan yang signifikan pada beban biaya, tapi biasanya dikompensasi secara terpisah dalam paket untuk ekspatriat.

Di Asia secara keseluruhan, harga barang dan jasa umumnya dibeli oleh ekspatriat telah meningkat lebih dari 6 persen rata-rata, sedikit lebih tinggi dari 4 persen meningkat dibanding tahun lalu. Sementara Jepang sudah merasakan kenaikan harga dan Tokyo konsisten dicap para ekspatriat sebagai kota paling mahal di Asia dan dunia.

Secara global, peningkatan pesat Beijing dan Shanghai sudah menyalip sejumlah lokasi di Australia, Brasil, Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Rio de Janeiro (31), Paris (34) dan Manhattan (40).

Lokasi di seluruh daratan China juga naik peringkatnya, termasuk kota-kota lapis kedua seperti Shenzhen di peringkat 10 dan Guangzhou di peringkat 11 di Asia dan masing-masing peringkat 55 dan 56 dunia. Untuk pertama kali, kedua kota itu sekarang lebih mahal dari Central London (di tempat ke-62), bersama dengan Beijing, Shanghai dan Hong Kong.

Seperti Singapura, peringkat Hong Kong sekarang di bawah Beijing dan Shanghai yang telah menurun dari posisi 7 dan posisi 9 di Asia. Namun, kota ini telah naik kembali di peringkat dunia, setelah jatuh tahun lalu. Hong Kong adalah lokasi yang paling mahal ke-36 secara global (posisi ke-47 tahun lalu) dan hampir kembali ke posisi 34, ketika survei digelar dua tahun lalu. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.