Kamis, 20 Juni 2013 | 20:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tutup  
Rasio Mahasiswa di China Masih Rendah
Headline
IST
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Selasa, 26 Juni 2012 | 13:56 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Beijing - Dengan latar belakang krisis ekonomi dalam dan luar negeri, mahasiswa di China akan menghadapi tekanan sulitnya mencari pekerjaan dalam waktu dekat.

Jumlah lulusan perguruan tinggi China dalam pertumbuhan konstan, itu adalah 5,6 juta pada 2008, 6,1 juta pada 2009, 6.3 juta di 2010 dan 7, 6 juta pada 2011. Demikian menurut Kementerian Pendidikan China.

Pengamat akademis mengritik perguruan tinggi yang telah merekrut siswa terlalu banyak, yang harus disalahkan untuk masalah sulitnya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi para lulusannya.

Namun, Huang Teng, seorang wakil Kongres Rakyat Nasional dan juga presiden Xian International University dan ketua Dewan Pengawas dari universitas ini, memiliki pandangan yang berbeda. Dia menunjukkan bahwa masalah ketenagakerjaan merupakan masalah kompleks yang melibatkan berbagai aspek dan bidang, dan tidak perlu terburu-buru untuk menarik kesimpulan.

Huang mengatakan bahwa, dibandingkan dengan negara maju, mahasiswa China bukan terlalu banyak, tetapi terlalu sedikit. Menurut rumus untuk menghitung kasar rasio jumlah mahasiswa yang terdaftar di pendidikan tinggi, di Amerika Serikat lebih dari 80 persen, beberapa negara Eropa lebih dari 90 persen, dan negara-negara Asia seperti Singapura, India, dan Korea Selatan di atas 40 persen. China hanya 22 persen kursi diisi para mahasiswa.

Apa ini artinya bagi China? Ini berarti bahwa dari setiap 100 orang yang berusia antara 18 dan 22 (usia umumnya para mahasiswa di dunia) di China hanya 22 adalah mahasiswa, termasuk semua jenis pendidikan tinggi, sperti Pendidikan untuk Orang Dewasa dan Universitas Terbuka (TV University).

Perlu juga diingat, populasi China itu empat kali lipat populasi Amerika Serikat. Negara-negara maju umumnya sudah lama kaya, sedangkan China masih tergolong negara sedang berkembang dan termasuk negara industri “setengah jalan”. China terkenal sebagai dapur kotor dunia dengan industri manufaktur yang maju pesat dan mereka membutuhkan buruh murah meski tidak harus berpendidikan tinggi.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.