INILAH.COM, Warsawa - Penyelamatan gemilang berkali-kali dilakukan oleh penjaga gawang Republik Ceko dalam menahan gempuran pemain Portugal di laga perempatfinal Piala Eropa 2012, Jumat (22/6/12) dini hari WIB.
Adalah Petr Cech yang mampu membuat para pemain lawan merasa kewalahan dalam melakukan upaya menjebol gawangnya.
Pria berpostur 1,96 meter itu sebelumnya tidak begitu terkenal dalam kancah sepak bola. Namun ketika bergabung bersama Chelsea tahun 2004, kiper yang kini berusia 30 tahun itu kerap menjadi penentu kemenangan timnya berkat berbagai penyelamatan yang dilakukannya.
Terlahir di Kota Plzen, 20 Mei 1982, Cech mulai merasakan atmosfer lapangan hijau saat usianya tujuh tahun bersama klub Viktoria Plzen. Ketika itu, ia bermain sebagai seorang striker.
Namun posisi pemain depan tidak membuat dirinya nyaman dan ia pun memutuskan untuk ganti posisi menjadi seorang penjaga gawang.
Tahun 2001, Sparta Praha, sebuah klub papan atas Ceko yang melihat adanya potensi besar dalam diri Cech, segera merekrutnya.
Klub Kota Praha itu hanya satu musim diperkuatnya, sebab pada tahun 2002, ia direkrut oleh klub Prancis yang cukup sukses, Stade Rennais.
Penampilan gemilangnya di Ligue 1 selama dua musim berturut-turut, rupanya membuat klub sebesar Chelsea kepincut. Tahun 2004, Cech hijrah ke klub London Barat tersebut dengan dana kontrak sebesar 7 juta Pounds (Rp 103 miliar) dan berdurasi lima tahun.
Musim pertamanya bersama 'The Blues' dilalui dengan rekor manis. Di bawah penjagaannya, gawang Chelsea tak kebobolan dalam 21 laga atau 1025 menit dan hanya kebobolan 15 kali sepanjang musim 2004/05. Prestasi itu kontan membuat Liga Primer memberikannya penghargaan Golden Glove.
Musim berikutnya (2005/06), Chelsea yang merupakan juara bertahan Liga Primer Inggris, hanya kemasukan sebanyak 22 kali dan Cech dianugerahi predikat Kiper Terbaik Dunia tahun 2005 dan pesepak bola terbaik Ceko.
Kariernya terancam tamat ketika ia mendapat cedera berat di bagian kepala akibat benturan keras dengan dengkul Stephen Hunt, saat melakoni laga melawan Reading di Stadion Madejski, 14 Oktober 2006.
Insiden itu membuatnya harus istirahat cukup lama. Ketika diperbolehkan bermain lagi oleh tim dokter yang merawatnya, Cech diwajibkan menggunakan pelindung kepala untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan di lapangan.
Perlahan tapi pasti, Cech kembali berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap laga dan puncaknya, Chelsea berhasil meraih gelar Liga Champions musim 2011/12, setelah mengalahkan Bayern Munchen lewat adu tendangan penalti. Saat itu, Cech menjadi pemain kunci yang berhasil mementahkan beberapa sepakan pemain Munchen.
Di level Timnas, Cech selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Ceko, sejak tahun 2001.
Di ajang Piala Eropa 2012, Petr Cech sukses mengantar Timnas Ceko lolos dari fase grup, namun sayang impiannya untuk mempersembahkan trofi paling prestisius di Benua Eropa bagi negaranya terganjal akibat kekalahan di perempatfinal oleh Timnas Portugal.