Minggu, 19 Mei 2013 | 14:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Suara Demokrat Tergantung Komunikasi Politik
Headline
IST
Oleh: Agus Rahmat
web - Kamis, 21 Juni 2012 | 20:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Ketika elektabilitas Partai Demokrat berdasarkan hasil survei turun drastis hingga angka 11,3 persen, banyak yang menilai karena petinggi partai tersebut seperti Ketua Umum Anas Urbaningrum, disebut-sebut tersangkut kasus korupsi. Kemudian muncul usulan agar Anas mundur saja, biar elektabilitas partai kembali tinggi.

Pemahaman peneliti dan pengamat dari Soegeng Surjadi Sindicate (SSS) Sukardi Rinakit berbeda dengan usulan supaya Anas turun dan suara Demokrat akan menjadi tinggi. "Jangan khawatir juga kalau dekati pemilu, misalnya Anas tersangka. Terus drop, Tidak. Karakter (masyarakat) kita tidak," kata Sukardi disela-sela diskusi di gedung DPR Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Lebih lanjut, Sukardi mengatakan kalau persoalan elektabilitas sebenarnya bisa diatasi dengan komunikasi politik yang bagus. Dia mencontohkan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga terpidana LC Century, M Misbakhun. Justru, walau Misbakhun divonis penjara namun dia justru dianggap sebagai korban.

Menurut Sukardi, jika kemudian Partai Demokrat ingin tidak tersandera, harus dikembalikan pada komunikasi politiknya ke masyarakat. "Ketika mendekati pemilu jadi tersangka itu bisa jadi popularitasnya naik lagi. Karakter kita beda sama sekali, melo dramatik. Tergantungnya komunikasi politiknya saja," katanya. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.