INILAH.COM, Jakarta - Ketika elektabilitas Partai Demokrat berdasarkan hasil survei turun drastis hingga angka 11,3 persen, banyak yang menilai karena petinggi partai tersebut seperti Ketua Umum Anas Urbaningrum, disebut-sebut tersangkut kasus korupsi. Kemudian muncul usulan agar Anas mundur saja, biar elektabilitas partai kembali tinggi.
Pemahaman peneliti dan pengamat dari Soegeng Surjadi Sindicate (SSS) Sukardi Rinakit berbeda dengan usulan supaya Anas turun dan suara Demokrat akan menjadi tinggi. "Jangan khawatir juga kalau dekati pemilu, misalnya Anas tersangka. Terus drop, Tidak. Karakter (masyarakat) kita tidak," kata Sukardi disela-sela diskusi di gedung DPR Jakarta, Kamis (21/6/2012).
Lebih lanjut, Sukardi mengatakan kalau persoalan elektabilitas sebenarnya bisa diatasi dengan komunikasi politik yang bagus. Dia mencontohkan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga terpidana LC Century, M Misbakhun. Justru, walau Misbakhun divonis penjara namun dia justru dianggap sebagai korban.
Menurut Sukardi, jika kemudian Partai Demokrat ingin tidak tersandera, harus dikembalikan pada komunikasi politiknya ke masyarakat. "Ketika mendekati pemilu jadi tersangka itu bisa jadi popularitasnya naik lagi. Karakter kita beda sama sekali, melo dramatik. Tergantungnya komunikasi politiknya saja," katanya. [mvi]