INILAH.COM, Athena – Antonis Samaras resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Yunani. Ia menjadi PM keempat dalam delapan bulan terakhir. Pelantikan dilakukan oleh uskup agung Yunani dan pendeta Gereja Ortodoks Yunani, di Istana Presiden di Athena, Rabu (20/6/2012) waktu setempat.
Dalam pidato pertamanya, sebagaimana dilaporkan BBC, ia mengajak segenap rakyat Yunani untuk menegakkan patriotisme dan persatuan nasional serta kepercayaan. “Sehingga, berkat rahmat Tuhan, kita bisa membawa rakyat keluar dari krisis ini,” ujar Samaras.
Samaras yang berasal dari partai pemenang pemilu, Partai Demokrasi Baru, berhasil membentuk pemerintahan koalisi dengan kelompok sosialis kiri Pasok, dan kelompok kecil Demokrasi Kiri. Koalisi ini mengakhiri ketidakpastian di Yunani. Sebab, sebelumnya Partai Demokrasi Baru dan Pasok serta partai kiri lainnya berselisih paham mengenai pemulihan krisis di negeri itu.
Kelompok Samaras merupakan pendukung bailout yang disepakati Uni Eropa yang membawa konsekuensi pada penghematan. Sedangkan partai lainnya memilih untuk menolak bailout itu dan keluar dari zona euro.
Pilihan untuk keluar dari zona euro sempat membuat dunia khawatir karena itu akan memicu krisis di Eropa dan menjalar ke benua lain. [tjs]