Sabtu, 25 Mei 2013 | 05:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Maskapai Eropa Kepincut Pasar Asia Pasifik
Headline
IST
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Rabu, 20 Juni 2012 | 22:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Beijing - Matahari cerah menyinari ekonomi Asia-Pasifik dan menarik maskapai-maskapai penerbangan Eropa untuk masuk ke kawasan ini secara lebih intens. Apalagi pasar penerbangan Eropa jelas masih digelayuti mendung hitam akibat krisis zona Euro.

Dua maskapai Prancis dan Belanda kini sedang mencari peluang masuk pasar yang sedang menggeliat di negara-negara berkembang untuk mendongkrak pertumbuhan cepat agar bisa membantu mengkompensasi kerugian di Eropa.

Marnix Fruitema, wakil presiden senior dari Air France-KLM untuk Asia-Pasifik, mengatakan perusahaan penerbangan itu "akan terus mencermati pertumbuhan dua digit industri penerbangan di Asia-Pasifik," ujarnya kepada China Daily kemarin (19/6).

Air France-KLM melaporkan pendapatan sebesar 5,7 miliar euro (US$7,6 miliar) pada kuartal pertama tahun ini. Namun, perusahaan mengalami kerugian operasional yang lebih buruk dari perkiraan mereka. Kuartal pertama tahun ini Air France-KLM mencatat kerugian 597 juta euro (US$757,6 juta) dibandingkan 403 juta euro (US$511,4 juta) pada periode yang sama tahun lalu.

"Meskipun awan gelap masih menggelayuti Eropa, kita melihat sinar matahari di wilayah Asia-Pasifik yang memiliki potensi pertumbuhan yang kuat," kata Fruitema. Salah satu jalur yang tumbuh paling cepat bagi Air France-KLM adalah penerbangan antara China dan Amerika Latin.

Arus kuat terjadi, menurut Fruitema, berkat berkat usaha pemasaran yang aktif dan tingginya kegiatan investasi antar kedua kawasan. Sementara itu untuk memerangi biaya bahan bakar, tenaga kerja, distribusi dan bandara yang terus melonjak, Fruitema mengatakan maskapai tersebut akan terus berinvestasi di pasar utama ini dan akan mencari peluang untuk menambahkan lebih banyak destinasi di China.

Meningkatkan kemitraan dengan perusahaan penerbangan China dan meningkatkan kapasitas keseluruhan perusahaan penerbangan itu sangat penting untuk menjamin pertumbuhan di pasar China, katanya.

Sementara itu, Air France-KLM juga berupaya untuk meningkatkan layanan dan produknya dengan merekrut karyawan yang berbahasa Mandarin, menyediakan mesin “self check-in” berbahasa Mandarin di bandara, serta program hiburan Mandarin di atas pesawat. Air France KLM. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.