Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencanangkan gerakan hemat energi. Kalangan DPR merespon positif dan berharap program ini berjalan dengan baik.
Mengenai mobil dinas tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi memang sudah sepantasnya pemerintah memberikan contoh lebih dahulu serta benar-benar melakukan pengawasan. Agar semua aparatnya mematuhi gerakan hemat energi yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.
Selain itu, seruan penghematan listrik dan air di lingkungan pemerintah, BUMN, dan BUMD, termasuk lampu penerangan jalan, diharapkan semua pihak turut berpartisipasi menyukseskan ajakan pemerintah untuk berhemat energi.
Imbauan itu sangat baik karena menyangkut kepentingan seluruh bangsa. Kita tak perlu sinis dan tidak perlu direspons negatif. Semua penting mendukung kebiasaan hidup hemat energi.
Kesadaran hidup untuk berhemat perlu ditingkatkan. Bahkan menurut ajaran agama, perilaku mubazir atau tidak berhemat itu temannya setan. Dengan terjadinya krisis di kalangan negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat, maka semua komponen bangsa harus meningkatkan sense of crisis.
Kondisi ekonomi dunia sedang krisis, tidak bersahabat bahkan dialami pula oleh negara-negara maju. Sehingga sangat mendesak untuk menyelamatkan anggaran pembangunan negara.
Opsi penghematan energi ini diambil pemerintah untuk penyelamatan anggaran. Sementara di sisi lain pemerintah tidak mengambil opsi menaikkan harga minyak.
Ronald Surbakti
Jl. Tebet Barat I/19
Jakarta Selatan