Rabu, 19 Juni 2013 | 15:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tutup  
Sukseskah Gerakan Go Green?
Headline
IST
Oleh: Vina Ramitha
web - Minggu, 17 Juni 2012 | 17:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Investasi di energi terbarukan mencapai rekor tertingginya tahun lalu, saat menyentuh angka US$257 miliar. Apakah ini berarti dunia sudah go green?

Angka ini muncul dari laporan ‘The Global Trends in Renewable Energy Investment 2012’, yang sebuah program lingkungan hidup dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Program ini melacak aliran dana energi hijau di seluruh dunia, sejak 2004 lalu.

Laporan ini menunjukkan, energi hijau menyumbangkan 44% dari seluruh kapsitas generasi energi yang ditambahkan per 2011. Jumlah tersebut naik dari 34% pada 2010 dan sebuah kemajuan besar dari 2004 yang hanya 10,3% saja.

Menurut Kepala Frankfurt School for Climate and Sustainable Energy Finance, Dr. Karlheinz Knickel, peningkatan investasi energi terbarukan ini disebabkan harga bahan bakar fosil yang terus meningkat.

“Artinya, kelangkaan sudah mulai terjadi dan berujung pada insentif untuk mencari (energi) alternatif. Mungkin, ini sudah menjadi ambisi beberapa negara untuk mencari energi bersih dan pasokan alternatif,” ujarnya.

Sumber pendanaan ini, sebagaimana laporan itu, berasal dari sektor swasta. Investasi dari penelitian dan pengembangan teknologi baru oleh swasta hampir dua kali lipat ketimbang yang dilakukan pemerintah atau lembaga-lembaga umum.

Meski Eropa menjadi kawasan yang paling banyak menarik perhatian investor, ketertarikan terhadap sumber energi terbarukan dari negara berkembang seperti India dan China, tumbuh lebih pesat.

China sudah mendahului Amerika Serikat (AS) dalam hal investasi tahunan untuk energi terbarukan per 2009. Negeri Tirai Bambu juga lebih banyak memperoleh dana ketimbang negara lainnya di dunia, yakni US$52,2 miliar per 2011.

Sementara India, mengalami tingkat ekspansi tercepat untuk pasar energi terbarukan yang besar, pada tahun lalu. Negara ini mengalami pertumbuhan 62% dalam kenaikan pendanaan untuk sektor tersebut.

Namun begitu, Dr. Knickel memperingatkan agar berhati-hati menerjemahkan pertumbuhan investasi yang cepat ini. Sebab, salah satu faktor pendukung terpenting adalah sikap pemerintah sebagai pembuat kebijakan.

“Memang ada peningkatan investasi pada 2011. Tapi mungkin saja ada penurunan (investasi) yang tajam pada 2012 dan 2013,” lanjutnya.

Faktanya, meski investasi di energi hijau mengalami peningkatan, sebenarnya masih jauh terginggal jika dibandingkan sumber energi dari minyak bumi, dalam hal kontribusi terhadap sumber tenaga yang digunakan dunia.

Pakar di Renewable Energy Finance Prohjecy di LSM Inggris, Chatham House, Kristy Hamilton, mengungkapkan hal sama. Kebijakan pemerintah, katanya, berperan lebih penting ketimbang isu efisiensi energi atau rasio energi konvensional dibanding terbarukan.

Hamilton menyatakan, investasi dari sektor swasta juga tak semudah itu diperoleh. “Pendana swasta takkan melirik sektor energi terbarukan jika tak ada keuntungan komersial. Apalagi pada masa-masa seperti ini,” katanya.

Hanya 6% dari kebutuhan energi dunia, tak termasuk hydropower seperti bendungan, yang dihasilkan dari energi terbarukan, per 2011. Apalagi, perusahaan teknologi bersih juga harus menghadapi volatilitas pasar finansial.

Rata-rata harga saham perusahaan di WilderHill New Energy Global Innovation Index, jatuh 40% per 2011. Rencana penghematan (austerity measure) di sejumlah negara maju juga melemahkan kebijakan yang mendukung investasi energi terbarukan. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.