INILAH.COM, Kharkiv - Sebagai anggota Timnas Belanda, Wesley Sneijder, merasa berkewajiban untuk menjaga keharmonisan tim, terlebih usai mereka kalah di laga pertama dari Timnas Denmark.
Tersiar kabar yang menyebutkan ada perpecahan di dalam tubuh Timnas Belanda, pasca kalah 0-1 dari Timnas Denmark, di game pertama fase Grup B, Sabtu (9/6/12).
Berita tersebut pun tak disangkal oleh beberapa anggota 'De Oranje'.
Menanggapi situasi tak kondusif ini, Wesley Sneijder yang menjadi pilar Timnas Belanda, segera berupaya menengahi perselisihan yang akan berdampak buruk jika dibiarkan terus berlangsung.
"Ini saatnya kita tinggalkan segala ego yang melekat. Jika seseorang membuat kekacauan, saya akan berdiri untuk menghadapi mereka saat ini," tegas Sneijder seperti dilansir ESPN.
"Kami tak butuh terapi psikologi di Timnas Belanda, sebab kami adalah pria yang sedang beranjak dewasa. Seseorang yang memiliki masalah dengan pemain lain atau pelatih harus berbicara face to face. Itu adalah langkah psikologis yang kami butuhkan," lanjut playmaker klub Inter Milan itu.
"Kami harus berhenti berpikiran sempit. Kami semua harus menyamakan visi dan bersatu atau kita akan menghadapi konsekuensi buruknya," tukas Sneijder.