Minggu, 26 Mei 2013 | 05:13 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Hilangnya Amelia Earhart Terpecahkan?
Headline
Amelia Earhart - foto: AFP
Oleh: Vina Ramitha
web - Senin, 11 Juni 2012 | 18:04 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Misteri hilangnya Amelia Earhart, pilot perempuan pertama yang menyebrang Pasifik, tampaknya mulai mendapat titik terang. Seperti apa?

Tim periset siap berangkat pada 2 Juli mendatang, dengan harapan besar untuk mencari tahu alasan menghilangnya Earhart. Tim International Group for Historic Aircraft Recovery (TIGHAR) akan melakukan hal ini untuk ke-10 kalinya, dalam 23 tahun terakhir.

Mereka akan menuju Pulau Nikumaroro di Kiribati dan berusaha mencari tahu, apakah Earhart selamat dari pesawatnya yang diduga mengalami kecelakaan. Tim dari TIGHAR sudah tahu apa yang hendak mereka cari.

“Kali ini, kami berusaha mencari puing pesawatnya,” ujar pendiri sekaligus Direktur Eksekutif TIGHAR Richard Gillespie, yang seorang pilot dan mantan penyelidik kecelakaan pesawat terbang.

Earheart menghilang pada 2 Juli 1937 pada usia 39 tahun, bersama seorang navigator bernama Fred Noonan. Keduanya dalam tahap terakhir penerbangan memutari khatulistiwa dunia, menggunakan pesawat Lockheed Electra bermesin ganda.

Ia memegang sejumlah rekor. Termasuk perempuan pertama yang menyebrangi Atlantik melalui udara. Earheart berangkat dari New Guinea untuk isi bensin di Pulau Howland dan hendak terbang jarak jauh yang terakhir menuju California.

Earheart menyatakan ia tak bisa menemukan Howland dan bensinnya sudah mulai habis. Ternyata, kabar itu menjadi pesan radio terakhirnya. Berbagai misi pencarian diperintahkan oleh Presiden Franklin D. Roosevelt.

Namun mereka gagal menemukan pesawat itu. Earheart dan Noonan kemudian dianggap tewas di laut. Pernyataan ini tak diterima begitu saja. Muncul berbagai teori konspirasi seputar hilangnya kedua orang itu.

Salah satunya menyatakan, Earheart ditahan oleh pasukan kekaisaran Jepang karena dianggap sebagai mata-mata. Teori lainnya mengklaim, Earheart sukses menyelesaikan misinya, kemudian mengganti identitasnya dan diam-diam tinggal di New Jersey.

TIGHAR saat ini mengembangkan hipotesanya sendiri. Mereka menduga keduanya sampai di Pulau Gardner yang ketika itu dimiliki Inggris dan kini dikenal sebagai Pulau Nikumaroro. Keduanya diduga selamat, meski tak diketahui sampai kapan.

Di masa Earheart, pulau ini tak memiliki penghuni. Panjangnya hanya enam kilometer dengan lebar dua kilometer. Letaknya, sekitar 480 kilometer di sebelah tenggara Pulau Howland. TIGHAR hendak mencari jejak-jejak Earheart dan Noonan di pulau ini.

Tahun ini, TIGHAR memboyong 20 ilmuwan dari Hawaii untuk eksplorasi selama 10 hari. Baik di seluruh pulau maupun di terumbu karang yang terletak di bagian baratnya. Peralatan yang mereka bawa juga tak main-main.

Terdapat sonar multi-beam untuk memetakan dasar laut. Lalu alat dengan pengendali jarak jauh yang pernah digunakan untuk menemukan kotak hitam Air France dari Rio de Janeiro ke Paris, yang jatuh di Atlantik Selatan pada 2009.

“Jika puingnya ditemukan, kami akan membuat fotonya dan mendokumentasikan lokasinya untuk ekspedisi di masa mendatang,” ujar Gillespie.

TIGHAR juga mendapat dukungan sejumlah petunjuk mengenai Earheart, termasuk benda-benda dari 1930-an. Diantaranya, toples berisi krim wajah, semacam parang, hak sepatu perempuan dan sejumlah Plexiglass.

Tulang belulang burung yang ditemukan, seperti bekas dimasak di dekat api unggun. Serta pengakuan penduduk Nikumaroro yang tiba di pulau itu setelah 1937. Mereka mengaku melihat puing-puing pesawat.

Adapun pecahan tulang yang sudah diuji DNA, namun ternyata bukan milik Earheart atau Noonan. Gillespie dan TIGHAR berharap bisa menemukan sisa-sisa pesawat Lockheed yang digunakan Earheart.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) bahkan menyediakan pinjaman untuk TIGHAR, meski hanya sebesar US$2 juta. Sementara televisi Discovery mendapatkan hak eksklusif untuk menayangkan ekspedisi TIGHAR ini.

Dengan bekal sebanyak itu, mari berharap misteri Earheart dapat segera terpecahkan. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.