Kamis, 2 Oktober 2014 | 03:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Diplomat China Malah Bisnis Apartemen di Tokyo
Headline
IST
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Selasa, 5 Juni 2012 | 13:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Tokyo - Seorang diplomat China dicurigai melakukan kegiatan spionase di Jepang dan diduga memperoleh penghasilan bulanan sekitar 300.000 yen (US$3.836) dari hasil menyewakan unit apartemen yang dia beli di Chiba.

Kepolisian Chiba menyelidiki kasus ini. Li Chunguang diketahui bekerja sebagai sekreatris pertama Kedutaan Besar China di Tokyo, terlibat dalam aktivitas komersial demi keuntungan pribadi yang sesungguhnya dilarang berdasar Konvensi Wina.

Polisi Metroplitan Tokyo telah menyerahkan dokumen terkait dengan diplomat berusia 45 tahun itu ke kantor kejakasaan. Polisi menuduh Li menggunakan identitas palsu untuk memperoleh Sertifikat Pendaftaran Kepemilikan Apartemen Bagi Orang Asing.

Li dilaporkan membeli unit apartmen dua lantai di Hanamigawa Ward, Chiba, yang berharga 40 juta yen (US$511,587) melalui agen real estate lokal pada musim panas tahun lalu. Apartemen ini dibangun tiga dasa warsa silam dan memiliki enam unit yang disewakan 40.000 yen (US$511) hingga 60.000 (US$767) per meter persegi per bulan.

Banyak para penyewa berdarah China, dan sekarang ada beberapa unit yang masih kosong. Sewa bulanan dibayarkan kepada agen real estate tersebut dan kemudian ditransfer ke rekening Li untuk mencicil pembayaran kredit ke bank.

Li juga membeli sebuah kondominium di Chuo Ward yang berharga sekitar 12 juta yen (US$153,476) melalui agen real estate yang sama. Kondominium itu disewakan kepada seorang wanita Jepang.

Li sengaja menginvetasikan uangnya dalam bentuk apartemen atau kondominiuum. Li bisa leha-leha menikmati failitas rumah dinas kedubes China di Minato Ward, Tokyo, sebelum ia kembali ke China bulan lalu. Li didakwa melanggar Pasal 42 Konvensi Genewa, yang melarang diplomat terlibat dalam kegiatan komersial “untuk keuntungan pribadi” di negara tempat mereka bertugas.

Para agen real estate mengatakan kepada koran Yomiuri Shimbun bahwa Li mengontak perusahaan itu karena melihat iklan di koran. “Kami menyadari beliau adalah diplomat dari China. Namun kami tidak tahu seorang diplomat dilarang terlibat dalam kegiatan komersial di negara tempat ia bertugas,” ujar agen real estate itu. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER