Meskipun sekarang ini dunia masih dilanda krisis ekonomi, Indonesia patut bersyukur karena pertumbuhan ekonomi 6,5% masih tecapai.
Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2011 di Istana Negara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang menteri, pejabat non-kementerian anggota Wantimpres, dan Staf Khusus Presiden untuk mengikuti acara penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
SBY mengajak kepada pemimpin pusat maupun daerah dan lembaga pemerintahan maupun nonpemerintahan, harus tetap diaudit oleh BPK dalam menggunakan keuangan negara, menggunakan uang rakyat, untuk apa dan kemudian bagaimana mempertanggungjawabkannya, mengunakan uang negara harus secara bijak, karena uang itu uang rakyat.
Namun peningkatan ini, tidak lepas dari upaya perbaikan yang di lakukan sama pemerintah, yakni penertiban rekening pemerintah.
Penertiban aset tetap melalui inventarisasi dan penilaian kembali, penyempurnaan administrasi pinjaman luar negeri, penyempurnaan sistem pengesahan, pendapatan dan belanja yang bersumber dari hibah.
Kemudian juga penetapan seluruh sistem akuntansi yang menjadi lingkup laporan pemerintah pusat, perbaikan penerimaan sistem perpajakan, serta perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan piutang pajak. Pendapatan negara tahun 2011 mencapai 103,50% dibanding anggaran Rp1.170 triliun.
Pendapatan negara itu naik Rp216 triliun atau 21,64% dibanding realisasi pendapatan tahun 2010 sebesar Rp 995 triliun.
Dengan kenaikan pertumbuhan sekarang ini yang terus naik secara otomatis penerimaan atau pendapatan negara juga terus meningkat, demikian juga belanja masyarakat kita juga meningkat. Tentunya pemerintah pastinya juga berharap bahwa, dari tahun ke tahun bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Aldi Satriani
Pondok Pekayon Indah Blok C 2 Nο. 6
Bekasi Selatan
aisatriani@yahoo.co.id