INILAH.COM, Jakarta - Operasional Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampungmelayu-Tanahabang, yang semula dijadwalkan pada Agustus 2012 nampaknya akan mundur dari jadwal semula. Pasalnya ada beberapa kendala dalam pengerjaannya, seperti adanya pipa air baku di sepanjang ruang Jalan Dr Satrio, sehingga harus mengubah desain awal JLNT tersebut.
"Proyek ini berlangsung sedikit terlambat dari jadwal semula karena di bawah ada pipa air minum yang besar berukuran 2,5 meter yang tertanam. Sehingga kita sesuaikan dengan desain kita," kata Fauzi, disela-sela peninjauan pembangunan proyek JLNT Kampungmelayu-Tanahabang, Minggu (3/6/2012).
Namun demikian, dirinya memastikan akhir tahun 2012 JLNT tersebut bisa dioperasionalkan, karena saat ini pembangunan sudah mencapai 80 persen. Proyek ini memakan anggaran sebesar Rp 840 miliar.
"Memang biaya yang sangat tinggi. Tapi mau tidak mau ini adalah pilihan baik sekarang maupun di waktu yang akan datang. Karena membebaskan tanah secara horizontal di Jakarta bukan menjadi pilihan lagi. Sebab tidak hanya biaya yang tinggi tapi juga masalah sosial yang ada di dalamnya cukup rumit. Kita memilih membangun jalan susun," jelasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo menjelaskan, pengerjaan JLNT Kampungmelayu-Tanahabang dibagi menjadi lima paket. Dalam waktu tiga bulan ke depan pihaknya akan membangun jalan layang yang membentang di Jalan Sudirman. Khusus untuk pengerjaan di atas Jalan Sudirman, material akan dicor. Sementara untuk paket yang lainnya material di cetak di pabrik.
"Lebih lama jika dicor kurang lebih membutuhkan waktu hingga tiga sampai empat bulan, karena harus menunggu sampai kering dan kuat," katanya. Sementara itu, untuk on/off ramp baik yang berada di sisi Timur dan Barat, juga sudah dalam tahap pengerjaan.[dit]