INILAH.COM, Jakarta – Dalam sepekan ke depan, IHSG diprediksi naik tipis. Para investor disarankan untuk mengakumulasi saham-saham bluechips terlebih dahulu dibandingkan second liner.
Analis dari Asosiasi Ananlis Efek Indonesia (AAEI) Ukie Jaya Mahendra mengatakan, potensi penguatan indeks salah satunya mendapat dukungan dari terkendalinya inflasi Mei 2012. Kondisi membuka peluang dipertahankannya BI rate di level 5,75% pada Juni ini. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah kembali menguat kea rah 9.300 par dolar AS.
Dalam situasi ini, Ukie merekomendasikan positif empat saham defensif dari saham-saham unggulan (bluechips). “Saya rekomendasikan buy on weakness. Long term buy juga bisa. Saya sarankan coba masuk ke saham-saham berbasis fundamental oke, bluechips. Jangan main second liner terlebih dahulu,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Jumat (1/6/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 33,06 poin (0,86%) ke angka 3.799,766 dengan intraday tertinggi 3.841,042 dan terendah 3.781,919. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang 4,27 poin (0,66%) ke posisi 641,428. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Setelah melemah dan menembus level psikologis 3.800, bagaimana Anda melihat arah IHSG dalam sepekan ke depan?
Saya perkirakan, indeks saham domestik menguat terbatas dalam sepekan ke depan. IHSG memiliki support di 3.701 dan resistance 3.900.
Faktor apa saja yang mendorong potensi penguatan indeks?
Potensi penguatan indeks, salah satunya karena mendapat sentimen positif dari dalam negeri yakni inflasi Mei 2012 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkendali. BPS mencatat, pada Mei 2012 terjadi inflasi sebesar 0,07% dari inflasi April 0,2%. Sementara itu, laju inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2012 sebesar 1,15% dan laju inflasi year on year (Mei 2012 terhadap Mei 2011) sebesar 4,45% di bawah prediksi 4,65%. Jadi, dari dalam negeri, indeks mendapat dukungan positif dari inflasi Mei.
Bagaimana dengan BI rate?
Apalagi, BI rate berpeluang dipertahankan di angka 5,75% Juni ini sehingga akan menambah angin segar bagi IHSG.
Pelemahan rupiah bagaimana?
Pada saat yang sama, rupiah juga kembali menguat bertahap ke arah 9.300 per dolar AS. Pelemahan rupiah sebelumnya, semata faktor demanding dan bukan masalah fundamental yang krusial di dalam negeri. Jadi, pelemahan rupiah sebenarnya bersifat sementara seiring adanya kewajiban bayar utang dari Pertamina dan PT Garuda Indonesia (GIAA). Begitu juga dengan kewajiban utang dari sektor swasta.
Selain itu, pelemahan rupiah juga dipicu oleh faktor repatriasi dividen. Berbagai dividen dari perusahaan-perusahaan lokal yang didapat oleh investor asing ditukar ke dolar AS dan uangnya ditarik ke negara masing-masing. Tapi, dana pokok mereka, masih tetap dalam kepemilikan saham mereka di dalam negeri.
Jadi, uang yang keluar berupa capital outflow hanya jumlah nominal dari dividennya. Dalam sepekan ke depan, faktor repatriasi dividen tak lagi jadi tekanan bagi rupiah sehingga sentimen negatifnya berkurang bagi bursa saham.
Faktor Yunani sendiri bagaimana?
Memang, harus diakui, sentimen IHSG masih diwarnai oleh pasar yang sebenarnya masih menunggu 17 Juni 2012 saat Yunani melangsungkan pemilu parlemen ulang. Karena itu, kecenderungan pelaku pasar adalah masih wait and see. Tapi, meski pasar cenderung wait and see, IHSG memiliki peluang untuk menguat meskipun tipis.
Sebab, untuk investor jangka menengah, saat ini sudah saatnya untuk mengoleksi saham karena harganya sudah sangat murah. Memang meski IHSG sudah melemah tajam, level bottom belum bisa diketahui. Tapi, saya berkeyakinan, level pelemahan IHSG saat ini jadi kesempatan untuk beli. Dalam sepekan ke depan, saya yakin, indeks memiliki peluang technical rebound sambil pasar mencermati perkembangan dari berita-berita regional terutama Yunani.
Saham-saham pilihan Anda?
Dalam situasi ini, saya rekomendasikan saham-saham defensif pada saham-saham unggulan (bluechips). Saham-saham pilihan antara lain, PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dengan support Rp4.575 dan resistance Rp4.825 dalam sepekan ke depan. PT Kalbe Farma (KLBF) dengan support Rp3.800 dan resistance Rp4.050, PT Jasa Marga (JSMR) dengan support 5.000 dan Resistance Rp5.400. Lalu, PT Astra Internasional (ASII) juga bisa dikoleski jika sudah menembus level support-nya. Support ASII di Rp63.000 dan resistance Rp64.550.
Strategi trading pada saham-saham tersebut?
Saya rekomendasikan buy on weakness. Long term buy juga bisa. Saya sarankan coba masuk ke saham-saham berbasis fundamental oke, bluechips. Jangan main second liner terlebih dahulu.