INILAH.COM, Seoul - Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak berpendapat, lebih penting mencari solusi pelanggaran HAM di Korea Utara, ketimbang masalah nuklir negara itu.
Presiden Lee menyampaikan hal ini saat bertemu sekelompok pejabat Amerika Serikat (AS).
Termasuk diantaranya, anggota Kongres (DPR AS) Ileana Roslehtinen, Ketua House Foreign Affairs Committee.
"Untuk masalah Korut, isu HAM itu juga sama pentingnya dengan uji nuklir atau peluncuran rudal," ujar sang presiden.
Presiden Lee berpendapat, masalah HAM Korut harus lebih dulu diatasi dan lebih penting ketimbang nuklir dan rudal.