Senin, 20 Mei 2013 | 22:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Harkitnas, Momentum Ubah Nasib Bangsa
Headline
inilah.com
Oleh:
web - Senin, 21 Mei 2012 | 12:52 WIB

Pada Senin (21/5) hampir seluruh pelosok tanah air melakukan upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Selayaknya kegiatan Harkitnas ini tak hanya selesai dari rutinitas upacara saja tetapi merenungi makna dibalik peristiwa itu.

Kita lihat sejarah, Hari Kebangkitan lahir terdorong keberadaan para kaum terpelajar yang menerapkan organisasi modern seperti tokoh-tokoh Dr Wahidin, Soekarno, Agus Salim, dr Sutomo dan lain-lain.

Kini bertebaran di mana-mana para cerdik cendikia yang memiliki visi modern dan berpikiran sangat maju. Baik yang beraktivitas di kampus, pemerintahan hingga di berbagai lembaga swasta. Sehingga secara logika seharusnya dengan para pemikir saat ini sangat banyak sudah selayaknya akan lebih mudah bangsa ini bangkit dari keterpurukan.

Namun yang terjadi saat ini malah sebaliknya, penguasaan asing di berbagai sektor makin menjadi-jadi. Demikian pula nilai-nilai kebangsaan makin merosot mengalami degradasi. Yang ada sekarang yang muncul adalah kepentingan-kepentingan yang tidak jelas berupa kepentingan pribadi, golongan atau partai.

Orang-orang cerdik pandai terjebak dalam kepentingan-kepentingan itu. Berbeda dengan zaman dahulu yang memiliki satu kepentingan yaitu memajukan bangsa. Sehingga muncullah aksi-aksi licik berupa korupsi uang negara demi kepentingan orang atau kelompok.

Sehingga tak aneh jika bangsa ini makin terpuruk. Semoga Harkitnas ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemajuan bangsa yang lebih baik.

Gozin

kibuyutsasmita@yahoo.com

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
muliadewi
Rabu, 23 Mei 2012 | 17:14 WIB
â??Bersikap Netral lah, Hai Mediaâ?? Pemberitaan media mengenai tuntutan 4 Gubernur mengancam akan lakukan boikot hasil tambang masih santer di beberapa stasiun tv, media cetak dan cyber. Gubernur juga mengultimatum pemerintah sampai dengan tanggal 31 Mei 2012 untuk segera melakukan penambahan kuota BBM. Permintaan penambahan kuota bahan bakar minyak juga mendapat dukungan dari komisi VII DPR ketika ditemui sejumlah perwakilan Gubernur Kalimantan.Tahun 2011, distribusi BBM di Kalimantan berkisar 12 persen, tetapi tahun 2012 Kalimantan hanya mendapat pasokan sekitar 7 persen dari kuota nasional.Kurangnya pasokan membuat kelangkaan dan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar. Perlu dicermati bersama, pemberitaan media yang terlalu berlebih dengan mengekspos tuntutan yang disertai ancaman pemboikotan tambang oleh keempat Gubernur Kalimantan, selanjutnya diterjemahkan sebagai suatu bentuk pembangkangan pejabat daerah terhadap pusat, bahkan celakanya lagi sudah menjurus ke arah disintegrasi. Hal itulah suatu bentuk pencitraan tertentu terhadap isu atau peristiwa yang dipahami sebagai kebenaran umum (generalisasi) oleh masyarakat. Generalisasi terhadap suatu isu atau peristiwa yang dikembangkan oleh media dinilai dapat merusak harmonisasi hubungan pusat-daerah terkait pengelolaan hasil tambang, dan akan merugikan warga Kalimantan dalam memenuhi kebutuhan energi mereka. Diharapkan dengan pemberitaan yang berimbang dan proporsional, media dapat lebih netral dalam memberitakan suatu peristiwa agar tidak mengarah pada penyesatan opini publik. Sehingga sejalan dengan fungsi media massa sebagai agen sosialisasi, yang bertanggung jawab sebagai alat penghubung informasi yang sebenarnya objektif.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.