Pada Senin (21/5) hampir seluruh pelosok tanah air melakukan upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Selayaknya kegiatan Harkitnas ini tak hanya selesai dari rutinitas upacara saja tetapi merenungi makna dibalik peristiwa itu.
Kita lihat sejarah, Hari Kebangkitan lahir terdorong keberadaan para kaum terpelajar yang menerapkan organisasi modern seperti tokoh-tokoh Dr Wahidin, Soekarno, Agus Salim, dr Sutomo dan lain-lain.
Kini bertebaran di mana-mana para cerdik cendikia yang memiliki visi modern dan berpikiran sangat maju. Baik yang beraktivitas di kampus, pemerintahan hingga di berbagai lembaga swasta. Sehingga secara logika seharusnya dengan para pemikir saat ini sangat banyak sudah selayaknya akan lebih mudah bangsa ini bangkit dari keterpurukan.
Namun yang terjadi saat ini malah sebaliknya, penguasaan asing di berbagai sektor makin menjadi-jadi. Demikian pula nilai-nilai kebangsaan makin merosot mengalami degradasi. Yang ada sekarang yang muncul adalah kepentingan-kepentingan yang tidak jelas berupa kepentingan pribadi, golongan atau partai.
Orang-orang cerdik pandai terjebak dalam kepentingan-kepentingan itu. Berbeda dengan zaman dahulu yang memiliki satu kepentingan yaitu memajukan bangsa. Sehingga muncullah aksi-aksi licik berupa korupsi uang negara demi kepentingan orang atau kelompok.
Sehingga tak aneh jika bangsa ini makin terpuruk. Semoga Harkitnas ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemajuan bangsa yang lebih baik.
Gozin