INILAH.COM, Manama - Perdana Menteri Yingluck Shinawatra melakukan lawatan resmi ke Bahrain mulai Minggu (13/5) sampai 15 Mei dan mengunjungi Qatar sehari setelahnya, dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral.
Koran The Nation terbitan Bangkok mengabarkan Senin (14/5) pagi, bahwa hubungan bilateral yang akan ditingkatkan Yingluck meliputi kerjasama perdagangan, layanan kesehatan dan lain-lain. Lawatan ke Bahrain ini adalah kunjungan pertama Yingluck ke kawasan Timur Tengah , namun juga menandai persahabatan Thailand-Bahrain yang telah belangsung selama 35 tahun.
Dalam lawatan ke Bahrain, Yingluck akan melakukan audiensi ke istana Raja Hamid bin Isa al- Khalifah dan Shaikh Salman bin Hamad al-Khalifah. Yingluck juga menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Pangeran Khalifah bin Salman al-Khalifah, termasuk para anggota kabinet kedua negara.
Kedua perdana menteri akan melakukan penandatangan memorandum kesepahaman kerja sama pariwisata kedua negara. Yingluck menyampaikan terima kasih kepada Bahrain yang telah mendukung masuknya Thailand ke dalam Organisasi Konferensi Islam yang mengabaikan kekerasan di wilayah Thailand Selatan yang masih berkecamuk.
Selama mengunjungi Qatar, Yingluck akan beraudiensi dengan Emir Qatar Sheik Hamad bin Khalifah al-Thani dan akan bertemu dengan Perdana Menteri Sheik Hamad bin Jaseem al-Thani bersama para anggota kabinet dua negara.Selain itu, Yingluck bakal melakukan wawancara dengan kantor berita Al-Jazeera.
Lawatan Yingluck kali ini disertai rombongan dari 50 orang kalangan bisnis Thailand dari 40 perusahaan serta 15 asosiasi dari berbagai bidang. Hampir semua negara-negara Asean telah rampung dikunjungi Yingluck. Dia juga melawat ke India, Jepanng, China dan kini negara-negara Arab.
Kunjungan-kunjungan Yingluck jelas meningkatkan hubungan diplomatik, perdagangan dan investasi. Kunjungannya yang pargmatis biasanya sangat produktif, karena didukung oleh kalangan bisnis dari Thailand untuk menarik investasi mitra kerjanya dari luar negeri.
Senyum Yingluck yang menawan, dukungan politik dan bisnis abangnya Thaksin Shuinawatra yang eksil di Abu Dhabi, ternyata berbuah segar bagi kerajaan Thailand. [mdr]