INILAH.COM, Pasbar — Lagi kasus pencabulan menerpa siswi di salah satu SMK di Pasaman Barat. Hal ini menambah daftar kasus amoral di lingkungan dunia pendidikan di daerah itu. Kali ini korban bernama Bunga (nama samaran), 15 tahun, warga Jorong Kotosawah, Nagari Ujunggading, Kecamatan Lembah Melintang. Siswi di salah satu SLTA itu dicabuli teman lelakinya, tetapi pacarnya tak mau bertanggung jawab. Kini kasusnya ditangani Polsek Lembah Melintang. Informasi yang diperoleh Haluan, menyebutkan lelaki yang telah menggauli korban masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Padang Pelaku berinisial MP, warga Ujung Gading. Kejadian tindak pidana pencabulan itu memang terjadi pada pertengahan bulan Oktober 2011 sekitar pukul 14.00 WIB di Jorong Brastagi Nagari Ujung Gading. Tapi kejadiannya terungkap ke permukaan baru-baru ini. Informasi diketahui korban telah tidak gadis lagi, karena orang tua korban merasa heran tingkah laku anaknya yang agak aneh, tidak seperti anak gadis lainnya. Kemudian, orang tua korban menanyakan kepada anaknya (korban) siapa orang yang telah melakukannya. Awalnya, korban tidak mengaku, namun orang tuanya terus berupaya membujuk dan menanyakannya. Akhirnya korban mengaku ia dicabuli seorang laki-laki yang masih satu nagari dengannya. Kontan saja korban naik pitam, dan langsung menemui keluarga lelaki itu ke rumahnya. Namun, upaya diselesaikan secara kekeluargaan tidak rampung. Akhirnya orang tua korban melaporkan tindak pidana pencabulan itu ke Sentra Pelayanan Polsek Lembah Melintang. “Kami tidak senang perbuatan pelaku yang tidak bertanggung jawab, makanya kami laporkan ke polisi,”kata Firman, paman korban di Ujung Gading kemarin. Dikatakan Firman, bukti laporan polisi itu sesuai nomor : LP/123/III/2012/SUMBAR/RES-PASBAR/Sek-LM pada 21 Maret 2012 lalu. Ia berharap pihak kepolisian memproses sesuai aturan yang ada. “Polisi harus komit dalam menangani kasus apapun, termasuk kasus pencabulan kepada keluarga saya, dan polisi jangan takut kalau seandainya ada yang membekingi pelaku,”tegasnya. Kabid Dikmen pada Dinas Pendidikan Pasbar, Ahmad Husen ketika dikonfirmasi belum mengetahui informasi kasus pencabulan itu, karena hingga saat ini belum ada laporan dari kepala sekolah. “Ya, belum ada laporan, dan kasus seperti itu tidak terpantau sama saya,”kata Ahmad Husen. Sebelumnya beredar sebuah video yang merekam aktivitasnya hubungan terlarang di kebun sawit, dan kedua pelajar sudah dikeluarkan dari sekolah. [gus]