INILAH.COM, Jakarta - Perolehan laba dari tahun ke tahun mencerminkan kinerja yang positif dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). Sahamnya pun bisa menuju Rp4.500 per lembar.
Laba BTPN pada kuaral pertama 2012 melonjak 61,5% menjadi Rp439 miliar dari periode yang sama di tahun 2011 Rp272 miliar. Untuk laba setahun penuh pada 2011 mencapai Rp1,4 triliun.
Menurut pengamat pasar modal, Teguh Hidayat, dengan asumsi BTPN akan mampu mempertahankan kenaikan labanya diatas 50%, maka target BTPN untuk setahun ke depan adalah Rp4.500.
"Target yang tidak terlalu atraktif, tapi lumayan untuk ukuran ‘saham deposito’. Yup, salah satu layanan BTPN bagi para penabungnya adalah tabungan ‘Taseto’, yaitu tabungan dengan bunga setara deposito. Jadi jika anda berminat untuk menabung di BTPN, maka mungkin anda bisa juga menempatkan tabungan anda dalam bentuk sahamnya," katanya dalam risetnya.
Bisnis utama, perseroan adalah bisnis pembiayaan pensiunan. Sektor ini belum banyak bank lain yang bermain sehingga tidak memiliki banyak pesaing.
Namun untuk bisnis pembiayaan UKM, perseroan harus bersaing dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Itu pun BRI baru mampu menjangkau sepertiga dari seluruh unik UKM yang ada. Dengan demikian perseroan tidak perlu terlalu bersaing dengan BRI. Sebab potensi pasarnya masih terbuka lebar.
BTPN mencatat kredit UKM Rp7,4 trilyun pada kuartal pertama 2012, atau tumbuh 10,1% dibanding periode yang sama tahun 2011. "Sebenarnya, ini belum menjadi catatan pertumbuhan yang menggembirakan. Kredit UKM sendiri baru menyumbang sekitar 23,5 persen dari seluruh kredit yang disalurkan oleh BTPN sepanjang kuartal pertama kemarin," jelasnya. Sebagian besar dari kredit yang disalurkan oleh BTPN masih merupakan kredit pensiunan.
Perseroan sudah memiliki kinerja yang cemerlang sejak lama. Bahkan sebelum fund asing Texas Pacific Group (TPG), yang dikelola oleh fund lokal, Northstar Equity Partners mengakuisisi saham mayoritas. Northstar sekarang memiliki 59,68 persen saham perseroan.
Posisi CAR perseroan masih kuat di 22,2%, sementara ROE-nya kini sudah menembus 31,3%. BTPN berhasil menekan rasio net NPL-nya menjadi hanya 0.4%. Angka tersebut lebih baik dibanding net NPL-nya BBRI, yang mencapai 0.8%, tapi itu mungkin karena skala industri BTPN masih jauh lebih kecil dibanding BBRI.