Baru-baru ini kita dikejutkan oleh berita tentang empat gubernur yang tergabung dalam forum Gubernur Se-Kalimantan kompak menggugat pemerintah pusat terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah mereka akhir-akhir ini.
Kekhawatiran empat kepala daerah se-Kalimantan diungkapkan saat pertemuan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 25 April 2012 lalu.
Mereka adalah Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiady Sanjaya.
Mereka khawatir karena dengan kuota yang tersedia saat ini, BBM di wilayah itu akan habis pada September 2012. Kecemasan itu disebabkan kuota BBM pada tahun 2012 berkurang dibandingkan 2011.
Oleh karena itu, mereka meminta pemerintah pusat dan BP Migas agar menambah kuota BBM untuk wilayah Kalimantan untuk menutupi kelangkaan BBM di wilayah tersebut.
Forum Gubernur Se-Kalimantan ini juga memberi tenggat waktu pada Pemerintah pusat hingga akhir Mei untuk mengabulkan desakan penambahan kuota BBM bagi Kalimantan. Mereka sepakat akan melakukan penghentian produksi hasil tambang apabila pemerintah tidak kunjung menambah kuota BBM.
Memang, persoalan ini tidak boleh dianggap sebagai masalah sepele. Pemerintah pusat harus bijak di dalam mensikapi persoalan ini. Masalah ini harus segera dicarikan solusinya agar tidak berkelanjutan. Pemerintah dan forum Gubernur Se-Kalimantan harus duduk satu meja untuk berdiskusi dan mencari titik temu penyelesaiannya.
Kita berharap masalah ini bisa segera cepat diselesaikan. Kedepankanlah musyawarah untuk memecahkan segala persoalan yang tengah terjadi. Kita juga tidak ingin ancaman yang dilontarkan oleh para gubernur se-Kalimantan ini terjadi, karena jika dilakukan akan merugikan kita semua.
Sekali lagi kita berharap kepada semua pihak, khususnya kepada forum Gubernur Se-Kalimantan agar bisa menahan diri. Sebagai pemimpin, berikanlah tauladan kepada rakyat dan jangan menonjolkan ego pribadi, karena hal itu hanya akan membuat rakyat menderita.
Kita juga yakin bahwasannya pemerintah pusat akan memperhatikan dan menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut.
Teddy Sanjaya
Jl. Lapangan No. 140, Condet
Jakarta Timur