INILAH.COM, Pontianak - Isu tak sedap yang melanda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalbar soal sikap dalam mengusung calon di Pilgub Kalbar terbantahkan. Partai berlambang kabah itu dengan tegas menyatakan partainya secara profesional dalam menetapkan calon yang diusung.
“PPP dalam proses menjalankan mekanisme partai. Jadi sampai hari ini belum menetapkan calon yang diusung. Isu murahan, terlalu dangkal. Masak hanya karena tidak suka secara personal (Burhan) menjadi kriteria atau ukuran dalam menentukan calon gubernur atau calon wakil gubernur yang diusung,” tegas H. Retno Pramudya, SH. MH, belum lama ini.
Penegasan itu menyusul semakin kuatnya isu bahwa PPP Kalbar tidak mau berkoalisi dengan Partai Golkar karena partai berlambang pohon beringin itu menetapkan Burhanuddin A Rasyid sebagai calon wakil gubernur yang mendampingi Morkes Effendi.
Bahkan, PPP diisukan kecewa terhadap sikap mantan Bupati Sambas dua periode itu ketika memilih bergabung ke PAN. Sementara, sebelumnya Burhan berada dibawah naungan PPP.
“Mengenai Pilkada, PPP ada mekanismenya. Yang jelas PPP akan berada di depan demi kepentingan umat,” kata Retno.
PPP Kalbar, sambung dia, pada Mei ini akan menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil. Hasil Rapimwil itu nantinya dilanjutkan dengan penjaringan bakal calon yang mendaftar di PPP, bersama pengurus cabang di 14 kabupaten/kota di Kalbar.
Hasil penjaringan yang dimusyawarah itu, dijelaskan Retno, akan diusulkan ke DPP minimal dua pasang calon. “Penetapan dua pasang calon itu melalui rapat pleno yang dihadiri semua pengurus harian DPW PPP Kalbar,” ungkapnya.
“Nama-nama yang mendaftar ke PPP ada Armyn, Morkes Effendi, Mitlon Crosby, Abang Tambul Husin, Muda Antartikawan, Syf Mardiana. Burhanuddin A Rasyid, Fathan A Rasyid, Syakirman, Barnabas Simin, Iwan Gunawan. Hanya Dinar yang tidak kembalikan berkas,” ungkap legislator Kalbar ini.
Bagaimana dengan koalisi Parpol yang di dalamnya ada PAN, PKS, Partai Hanura, PBR, termasuklah PPP. Sementara PKS seperti yang disampaikan Sekretaris DPW PKS Kalbar, H Arif Joni Prasetyo ST bahwa ingin membangun koalisi besar bersama Partai Golkar. Demikian juga PBR melalui Sekjen DPP PBR H. Rusman Ali, MH dengan tegas bergabung dengan Golkar.
Bahkan, arahan DPP PKS itu juga menghendaki mendukung pasangan Morkes Effendi-Burhanuddin. Politisi daerah pemilihan Sanggau-Sekadau ini menegaskan, sampai saat ini koalisi masih tetap solid.
Dalam koalisi, Retno mengatakan, disepakati bahwa usulan ke DPP partai masing-masing tetap mendengar hasil kesepakatan koalisi, masukan-masukan dari teman-teman anggota koalisi. Artinya, sampai hari ini koalisi belum menentukan sikap untuk mengusung, begitu juga dengan PPP.
Dalam penentuan calon yang akan diusung dari Partai Koalisi ini, diingatkan Retno, sepenuhnya akan disepakati di dalam koalisi, dengan mempertimbangkan dan menjalankan mekanisme internal masing-masing Partai.
Kriteria pasangan Bakal Calon Gubernur/Wakil Gubernur Kalbar Periode 2013-2018 yang diusung Partai Koalisi ini mengedepankan profesionalisme, elektabilitas yang tinggi dan mengutamakan persatuan dan kesatuan. Itu tertuang dalam risalah koalisi butir dua.
“Semangat kita membentuk koalisi ini untuk membangun kekuatan dalam koalisi besar. Calon yang kita usung sesuai kriteria yang sudah disepakati dalam koalisi itu,” jelas Retno.[dit]