Kamis, 24 April 2014 | 18:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Waspadai Dukungan Australia Untuk Papua Merdeka
Headline
ist
Oleh:
web - Rabu, 9 Mei 2012 | 09:45 WIB

Setelah Australia beberapa dikecam sejumlah politisi Indonesia terkait sebagai tuan rumah peluncuran International Parliamentarians for West Papua (IPWP), atau Kaukus Parlemen Internasional untuk Papua merdeka akhir Februari lalu, kini Australia kembali bikin ulah terkait dukungannya terhadap kampanye Papua Merdeka.

Pada Maret 2012, di lapangan Botanical Garden Adelaide, Australia berlangsung Festival Womadelaide. Dalam konser yang juga menghadirkan grup musik terkenal Blue King Brown itu, kampanye Papua merdeka tampak sengaja diberi ‘panggung.

Bendera bintang kejora dibentangkan di atas panggung dan yel-yel ‘Papua Merdeka’ dipekikan dengan meriah hampir sepanjang konser berlangsung.

Festival itu dihadiri ribuan orang dari mancanegara. Selain konser musik dan tarian daerah dari mancanegara, juga digelar pameran Free West Papua di stand khusus yang dikoordinir oleh Austrlia West Papua Asocciation (AWPA). Dari event ini, patut diragukan niat baik Australia mendukung kedaulatan NKRI di Papua.

Padahal secara resmi pihak Kedubes Australia sudah bikin pernyataan terkait masalah kedaulatan NKRI di Papua : “Australia berkomitmen penuh terhadap keutuhan wilayah dan persatuan nasional RI, termasuk kedaulatannya atas provinsi-provinsi di Papua. Ini merupakan kewajiban dasar Traktat Lombok antara Australia dan Indonesia,” jelas Atase Pers Kedubes Australia, Ray Marcelo, dalam siaran pers,

Namun dengan adanya event di Adelaide, terus-terang kita patut meragukan kesungguhan Pemerintah Australia terkaitnya komitmennya mendukung kedaulatan NKRI.

Betul bahwa rilis IPWP di Canberra maupun acara budaya di Adelaide tidak mewakili sikap Pemerintah Australia, tetapi bukankah Australia memiliki perangkat keamanan negara yang luar biasa ketatnya?

Sampai-sampai nelayan tradisional asal NTT yang baru melewati beberapa derajat saja garis batas laut di areal pulau Pasir (ashmore reef) secepat kilat awaknya ditangkap, disel, diproses pengadilan dan perahunya dibakar?

Farel Kuto

Perum Puri Mas

Sawangan – Depok

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
kima kogoya
Rabu, 23 Mei 2012 | 23:36 WIB
kami orang papua minta refredum untuk papua merdeka kita tidak intraksi NKRI orang papua sudah udur diri
kima kogoya
Rabu, 23 Mei 2012 | 23:31 WIB
kimi orang papua minta refredum untuk papua merdeka terima kasih
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.