Selasa, 21 Mei 2013 | 17:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Suu Kyi, Apa yang Sesungguhnya Anda Inginkan?
Headline
Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi - IST
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Sabtu, 28 April 2012 | 18:56 WIB

INILAH.COM, Rangoon – Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi (26/4/2012) menolak mengambil jatah kursi parlemen yang dimenangkannya pada pemilu awal bulan ini dan menolak diambil sumpahnya. Alasannya, isi sumpah itu tidak sesuai dengan keinginannya.

Dalam sumpah yang disusun pemerintah itu tertulis kata “melindungi konstitusi” yang menurut Suu Kyi ciptaan rezim militer pada 2008. Suu Kyi ingin kata dalam sumpah itu diubah menjadi “menghormati konsitusi”. Karena itulah Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Suu Kyi menolak hadir di gedung parlemen Myanmar.

Kontan aksinya ini mengundang kritik banyak kalangan, sekaligus menyulut perseteruan antara militer dan kelompok pro-demokrasi. Suu Kyi kemarin menjelaskan kepada para wartawan, mengenai pemikiran partainya yang akan melinggis apapun yang inkonsisten antara sumpah parlemen dan undang-undang pemilihan umum Myanmar.

“Karena itu saya mengatakan ini adalah masalah teknis belaka… Anda tidak bisa mengatkakan satu masalah di suatu tempat dan mengatakan masalah lain di tempat lain. Harus konsisten,” ujar pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Italia Giulio Terzi di rumah Suu Kyi yang asri di tepi danau.

“Anda jangan lupa, ini adalah masalah paling utama yang mencegah kami ikut dalam pemilihan umum tahun 2010,” tambahnya.

NLD setuju ikut dalam pendaftaran partai peserta pemilu tahun lalu, setelah kata-kata yang mirip dengan sumpah parlemen digusur. Pemilu 2010 dikritik habis karena hanya melibatkan dua partai utama (Partai Persatuan Solidaritas dan Partai Pembangunan) yang sangat kentara dibekingi militer dan mendominasi parlemen.

Namun kemarin, Suu Kyi menyatakan dirinya tetap berkomitmen bekerja sama dengan Presiden Thein Sein karena Burma demikian cepat membuka pintu lebar-lebar yang ingin dimasuki investor asing, setelah selama 60 tahun digembok rezim tentara.

“Kita berharap masalah yang kita hadapi sekarang akan terpecahkan dengan mulus tanpa banyak kesulitan sebelum bertele-tele terlalu lama,” ujarnya.

Keenganan NLD disumpah di gedung parlemen mengundang kritik yang mengatakan bahwa Suu Kyi dan partainya memang dianggap tidak punya niat ikut memecahkan masalah-masalah pembangunan. Publik Myanmar pun bertanya-tanya, apa yang sesungguhnya Suu Kyi cari. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.