INILAH.COM, Beijing—Skandal yang menghemapaskan pemimpin Partai Komunis China dan anggota Politbiro yang kuat, Bo Xilai, kini merembet-rembet ke sanak keluarganya.
Bo Xilai diberhentikan sementara sebagai anggota politbiro pada Maret lalu. Kakaknya yang bernama Bo Xiyong, dipaksa mundur sebagai deputi komisaris utama sebuah perusahaan publik di Hong Kong Rabu kemarin (25/4/2012).
Koran Asian Wall Street Journalterbitan Hong Kong, mengabarkan putra Bo yang bernama Bo Guagua yang kuliah di Universitas Harvard, membantah tuduhan bahwa hidupnya foya-foya. Bo Xilai sementara ini diberhentikan sebagai anggota politbiro yang sangat berpengaruh di China karena pelanggaran disiplin yang dilakukannya “sangat serius” dan termasuk skandal politik terbesar China sepanjang sejarah.
Isteri Bo yang bernama Gu Kailai juga sedang ditahan hamba wet karena dituduh membunuh saudagar Inggris Neil Heywood. Pemerintah China menuduh Gu Kailai dan Bo Guagua memiliki hubungan yang berubah menjadi masam setelah persengketaan bisnis merebak dengan Heywood. Gu Kailai juga dikenal sebagai seorang pengacara dan penulis elite.
Bo Xiyong yang menjabat sebagai wakil komisaris utama China Everbright International Ltd, perusahaan energi dan lingkungan yang dikontrol pemerintah China, diberhentikan sementara “Demi kebaikan perusahaan dan para pemegang saham,” seperti yang dinyatakan dalam rilis perusahaan itu. Rilis ini juga mengungkap bahwa Bo Xiyong tidak memiliki pertentangan dengan anngota dewan komisaris yang lain.
Bo Xiyong menjabat sebagai komisaris di perusahaan itu sejak tahun 2003. Ia juga menjabat sebagai deputi manajer umum di perusahaan induk Grup Everbright sejak 1998. Apakah Bo Xiyong juga akan segera digusur dari jabatan ini, masih belum jelas benar.
Meskipun ia menggunakan nama Li Xueming di Everbright selama bertahun-tahun, namun media Hongkong maupun China yang dikontrol pemerintah, nama itu sebenarnya merujuk pada Bo Xiyong.
“Dewan komisaris perlu menjelaskan bahwa latar belakang keluarga Li tidak ada hubungannya dengan bisnis normal dan operasi perusahaan, serta tidak memengaruhi dan tidak akan memengaruhi operasin perusahaan dan anak-anak perusahaan,” tulis rilis Grup Everbright. Namun seorang wanita juru bicara Everbright menampik menjelaskan kasus Bo Xiyong ini lebih lanjut.
Sementara itu Bo Guagua, 24 tahun, mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kemalangan yang menimpa keluarganya di website koran kampus Harvard Crimson. Bo Guagua mengirimkan pernyataannya kepada salah satu reporter koran Harvard Crimson Selasa pekan ini, dan hingga kini tdak diketahui keberadaan Bo Guagua.
Koran Wall Street Journal Amerika mendapat info dari orang dekat keluarga Bo, bahwa Bo Guagua telah meninggalkan apartemennya Cambridge, Massachussettes, seminggu sebelumnya bersama beberapa pengawal pribadi.
“Baru-baru ini perhatian pers terhadap kehidupan pribadi saya semakin intens. Ini hasil dari spekulasi dan saya harus menjelaskan kepada public tentang apa faktanya,” tulis Guagua pada pernyataannya.
“Saya sangat prihatin dengan kejadian-kejadian yang menyangkut keluarga saya, namun saya tak mau berkomentar sehubungan dengan investigasi yang sedang berjalan. Tidak mungkin saya mengomentari desas-desus dan tuduhan mengenai diri saya, namun saya akan menyodorkan beberapa fakta atas tuduhan terpenting,” tulis Bo Guagua.
Bo Guagua dituduh suka bermewah-mewah selama belajar di Inggris maupun di Amerika. Foto-fotonya di pesta-pesta mewah para mahasiswa di Inggris dan AS bergentayangan di internet China. Mobil Ferrari merahnya pernah dipakai di Beijing menjemput puteri Duta Besar AS di Beijing John Huntsman.
Ayah Bo Guagua adalah anak dari tokoh komunis yang sangat penting dalam khasanah perjuangan Partai Komunis China. Ayah Bo Xilai meninggal pada tahun 2007. Dinasti Bo kini sedang terempas oleh skandal yang dicatat sebagai aib terbesar sepanjang sejarah China. [tjs]