Sabtu, 25 Oktober 2014 | 22:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Biaya Pilkades Dipotong, DPRD Panggil BPMD
Headline
IST
Oleh: Media Sultra
web - Rabu, 18 April 2012 | 00:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Andoolo - Biaya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dianggarkan APBD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sebesar Rp.3,5 juta dipotong hingga mencapai Rp2 juta. Akibatnya, pihak dewan setempat akan memanggil BPMD Konsel dan PMD Kecamatan.

Saryono, seorang panitia Pilkades desa Tolutu Jaya Kecamatan Tinanggea mengungkapakan adanya pemotongan itu.
“Kami tidak tau juga pak, apakah di potong oleh BPMD atau Kecamatan yang pasti proposal Pilkades kami usulkan Rp.3,5 juta sesuai yang ada di APBD . Kami terima hanya Rp.1,5 juta”, ungkapnya via telpon seluler, Selasa (17/42012).

Selain itu, pihaknya juga di sodorkan kuitansi kosong tanda penerimaan biaya Pilkades.
“Kami di beri kuitansi kosong oleh Kasi PMD Kecamatan Tinanggea Abidin, katanya setiap desa di berikan sama nilainya Rp.1,5 juta”tuturnya.
Plt.Kepala BPMD Konsel Hj.Suryana Rachman saat di konfirmasi Media Sultra, enggan berkomentar banyak.
“Menyangkut masalah dana ada mekanismenya, saya juga baru tau ada pemotongan ini, nanti saya klarifikasi”,tandas Suryana.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konsel Ansahri Tawulo,S.E berjanji akan memanggil BPMD dan pihak terkait lainya.
“Kami sikapi secara kelembagaan akan kita panggil BPMD sebagai penanggung jawab untuk dimintai keterangannya”,ucapnya.

Ansahri menjelaskan, sepengetahuannya dalam APBD biaya Pilkades Rp.3,5 juta untuk mengantisipasi adanya pembayaran calon kades dan mengurangi beban masyarakat.
“Awalnya kita usulkan di APBD Rp.5 juta tapi yang disepakati Rp.3,5 juta, itu untuk biaya pelaksanaan Pilkades sehingga beban masyarakat berkurang” jelasnya.

Direktur LSM.Garda Konsel Budi Sumantri menyesalkan adanya pemotongan itu.
“Kita sesalkan, harus ada pengembalian sisa dana pilkades. Itu hak panitia ada 11 desa di Tinanggea yang tuntas Pilkades ”ujarnya.

Budi menambahkan, berdasarkan data yang ada baru-baru ini sekitar 50 kades di lantik oleh Pemkab Konsel.
“Sekitar 50 kades di lantik, jika di potong setiap desa Rp.2 juta berarti ada anggaran daerah yang lenyap, kita akan kawal termasuk melaporkan pada pihak berwajib . Ini uang daerah yang mesti dipertanggungjawabkan”,tegas Budi

Saat berita ini diturunkan Camat Tinanggea Endang Irawan,S.Sos belum dapat di konfirmasi karena handphone (HP)-nya non aktif. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER