Kamis, 27 November 2014 | 11:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kegagalan Roket Korut, Doa yang Terjawab
Headline
Ist
Oleh: Vina Ramitha
web - Jumat, 13 April 2012 | 17:12 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Seoul –Kegagalan Korea Utara meluncurkan roketnya, menyita mata internasional. Tampaknya ini merupakan doa dunia yang terjawab.

Jumat (13/4/2012) pagi ini, Korut meluncurkan roket yang diklaim mengangkut satelit. Namun, roket itu kandas dan nyemplung ke laut, bahkan sebelum menembus keluar atmosfer bumi. “Sempat terbang kira-kira semenit, lalu jatuh ke laut,” ujar Jubir Kantor Perdana Menteri (PM) Jepang, Noriyuki Shikata.

Roket itu dikabarkan pecah menjadi empat bagian, sebelum jatuh ke Samudra Pasifik. Indikasi awal, roket itu jatuh ke laut, sekitar 165 km sebelah barat Ibukota Korsel, Seoul. Tahap selanjutnya gagal dicapai dan tak ada puing roket jatuh ke daratan.

Peristiwa ini terjadi, setelah beberapa hari terakhir komunitas internasional heboh dan berulang kali meminta Korut membatalkan rencana itu. Dua sekutunya, yakni China dan Rusia, bahkan kesal dengan sikap ‘mbalelo’ Korut.

Bagaimanapun, kegagalan ini sebenarnya cukup ‘menampar’ negara komunis itu. Dunia disuguhkan fakta, program peluncuran Korut memang masih lemah dan negara ini agak berlebihan.

“Memalukan sekali. Untung saya bukan ilmuwan roket Korea (Utara),” ketus Joseph Cirincione, presiden yayasan keamanan global, The Plougshares Fund.

AS menyatakan Korut buang-buang uang dengan peluncuran tersebut. Sementara negara tetangga seperti Korsel dan Jepang yang merupakan sekutu Barat, menilai peluncuran itu kedok untuk menguji rudal balistik jarak jauh, Taepo Dong-2.

Tak biasanya, media pemerintah Korut, KCNA, mengumumkan kegagalan pengorbitan satelit pengamat tersebut. Media nasional Korut juga menyebutkan, mereka pernah melakukan hal ini dengan sukses. “Ilmuwan, teknisi dan pakar sedang mencari tahu penyebab kegagalan ini,” demikian KCNA.

PBB menggelar pertemuan pada Jumat (13/4/2012) waktu setempat, yang sejak awal memang bertujuan membahas peluncuran roket Korut, yang dijadwalkan antara 12-16 April 2012 itu. Mereka sudah meminta Korut membatalkannya, namun ditolak karena diklaim bertujuan damai.

Terakhir kali melakukan ‘peluncuran satelit’ yakni pada April 2009, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam aksi itu dan meminta Korut agar tidak melakukannya lagi. Roket ini juga sempat terbang hingga 3.700 km, sebelum akhirnya masuk tahap ketiga dan jatuh di Samudra Pasifik.

Pada 2006, PBB mengecam Korut karena melakukan pengujian rudal Taepo Dong-2 yang gagal mengudara, setelah menempuh 40 detik pertama.

Dubes Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin kali ini menyatakan, mereka belum menentukan langkah apapun untuk menghadapi Korut yang telah meluncurkan roketnya. Namun ia menegaskan pertentangannya terhadap peluncuran tersebut.

“Kami semua sudah sepakat, jika Korut meluncurkan roketnya, maka akan menjadi sebuah pelanggaran terhadap dua Resolusi Dewan Keamanan PBB,” paparnya.

Peluncuran kali ini, selain dikatakan untuk tujuan damai, diklaim Korut sebagai bagian dari persiapan 100 tahun kelahiran pendiri Korut, Kim Il Sung, ayah mendiang Kim Jong Il, yang dirayakan setiap 15 April. Warga Korut mengenalnya sebagai ‘Day of the Sun’ dan menjadi sebuah libur nasional.

Rabu (11/4/2012) lalu, Partai Buruh Korut yang berkuasa menggelar konferensi khusus untuk membantu Kim Jong Un, cucu Kim Il Sung dan putra bungsu Kim Jong Il, memperkuat posisinya sebagai pemimpin Korut. Meski diam-diam, ia sudah menjalani fungsi sebagai pemimpin negara. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER