INILAH.COM, Damaskus – Meski PBB sudah berupaya mendamaikan hingga mengirim utusan khusus, kekerasan masih terjadi di Suriah. Akankah rencana susah payah PBB gagal?
Kekerasan berdarah menewaskan empat warga Suriah pada Kamis (12/4/2012) lalu. Padahal, PBB sudah susah payah menekan pemberlakukan gencatatn senjata yang seharusnya per hari tersebut.
Oposisi menyatakan, pasukan rezim Presiden Bashar Al Assad menewaskan tiga orang dan menangkap puluhan lainnya. Tindakan yang melanggar proposal utusan khusus PBB, Mantan Sekjen Kofi Annan.
Siaran televisi Suriah, dilansir Antara, menyatakan pemberontak yang dijuluki ‘teroris bersenjata’ juga menewaskan satu tentara dan melukai 24 lainnya, serta menuding lawan sengaja merusak kesepakatan.