INILAH.COM, Christchurch – Warga Selandia Baru memperingati setahun gempa besar yang memporakporandakan Kota Chrischurch pada 22 Februari 2011 lalu.
“Bencana ini merupakan salah satu hari kelam bagi kita. Gedung rusak, jalanan terbelah, rumah hancur dan batin kita semua terguncang,” ujar Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key.
Key mengingat saat ia mengunjungi Latimer Square di kota tersebut, beberapa saat setelah gempa menyerang. Gempa berkekuatan 6,3 SR itu kedalamannya hanya 5 km, menyebabkan kerusakan yang luar biasa di kota terbesar kedua itu.
Sebanyak 185 orang tewas dan ratusan lainnya terluka. Lebih dari empat ratus bangunan rusak total, termasuk beberapa bangunan lama yang merupakan landmark kota tersebut. “Insiden ini mengubah kita semua,” pungkas Key.