INILAH.COM, Kuala Lumpur -Selama delapan hari, enam mahasiswa Indonesia mengikuti program pertukaran pelajar di Malaysia. Berikut kisah mereka.
Segarnya pagi hari menyambut kedatangan kami di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia pada 4 Februari lalu, dalam rangka Pertukaran Pemuda Internasional.
Dari Kuala Lumpur International Airport, kami meluncur ke KLCC untuk menemui bus jemputan dari pihak panitia, Universiti Pendidikan Sultan Idris. Di tempat itulah kami menemui beberapa panitia yang siap mendampingi menuju Negeri Perak.
Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Perak membutuhkan waktu tiga jam. Selama perjalanan dalam bus, kami melihat beberapa delegasi dari negara lain. Seperti Mongolia, Nepal, Jepang, Filipina, Korea dan Pakistan.
Program International Youth Exchange (IYE) 2012 ini pertama kalinya diadakan Global Peace Festival Foundation. IYE 2012 digelar atas kerjasama Global Peace Festival Malaysia, University Pendidikan Sultan Idris dan Department of National Unity & Integration Malaysia.
GPFF merupakan yayasan non-profit yang mempunyai misi penguatan keluarga sebagai school of love, pembudayaan saling membantu dan rasa tepo-seliro serta kerjasama antar-kepercayaan demi terciptanya perdamaian global.
Malam pertama kami dijamu dengan makan malam sekaligus pembukaan acara. Acara ini dihadiri Ketua Global Peace Festival MalaysiaTan Sri Datin Paduka Seri Hajah Zaleha Ismail dan Ketua Direktur UPSI Tan Sri Dato’ Sri Abi Musa Assari bin Mohammed Noor.
Kemudian juga beberapa pengurus besar Global Peace Festival Malaysia serta pemuda dari berbagai negara yang ikut serta dalam acara ini. Malaysia merupakan negara yang terdiri dari ras Melayu, India dan Chinese.
Dalam program IYE, kami banyak belajar mengenai budaya mereka. Tentunya, pada saat kali pertama bertemu, satu perbincangan yang menghubungkan kami adalah pembicaraan mengenai kebudayaan.
Ternyata tak hanya bahasa, banyak kesamaan antara budaya di Malaysia dengan Indonesia. Kesamaan inilah yang memperkuat ikatan kami dengan mereka sebagai generasi manusia yang berasal dari satu rumpun.
Program IYE 2012 ini menyatukan para pemuda untuk mencapai mimpi terbesar kemanusiaan. Yakni kehidupan aman dan penuh kedamaian. Setiap negara mempunyai masalahnya masing-masing dan semua kami tuangkan dalam interaksi sehari-hari.
Acara IYE 2012 telah berlangsung pada 4-11 Februari 2012 lalu. Rangkaian program pertukaran pemuda ini terdiri dari tiga hari bersama keluarga angkat di KRT Tanjong Malim, konferensi bertajuk ‘Accepting Diversity, Living Peacefully’, bakti sosial serta jelajah alam dan budaya.
Indonesia mengirimkan enam delegasi. Dua dari Universitas Paramadina Jakarta dan empat mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala Aceh yang sedang menjalani program double-degree-nya di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia.
Pertemuan kami dengan para pemuda dari beberapa negara memberikan pencerahan dan pandangan baru mengenai dunia yang beragam. Di Indonesia, semangat kesatuan dalam keragaman ini sudah diwariskan dari nenek moyangnya, Bhinneka Tunggal Ika. [vin]