INILAH.COM, Washington – Militer Amerika Serikat (AS) menyingkirkan dan bahkan membakar kitab suci Al Quran dari penjara yang mereka kelola di Afghanistan. Mengapa?
Quran dan benda-benda relijius lainnya kemudian dibakar di Pangkalan Udara Bagram, menyebabkan amukan warga muslim Afghanistan.
Pada Senin (20/2), pangkalan yang memiliki penjara besar itu dilempari dengan bom molotov.
“Material itu harus kami singkirkan karena khawatir menggunakannya untuk saling berkomunikasi,” ujar seorang pejabat AS yang tak mau disebut namanya.
Meski begitu, pejabat AS lainnya menyatakan Al Quran dan benda-benda keagamaan seharusnya disingkirkan dengan cara yang lebih pantas.
Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jendral John Allen, meminta maaf dan telah memerintahkan penyelidikan atas insiden pembakaran Al Quran dan beberapa benda keagamaan lainnya oleh serdadu Barat.