Rabu, 16 Mei 2012 | 23:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Diam-diam, Jerman Ingin Yunani Bangkrut?
Headline
Menkeu Jerman Wolfgang Schauble - IST
Oleh: Vina Ramitha
web - Selasa, 21 Februari 2012 | 10:42 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Sebagai salah satu raksasa Eropa, Jerman diandalkan untuk membantu rekan satu kawasan. Namun ternyata, Jerman ingin Yunani bangkrut. Benarkah?

Menkeu Jerman Wolfgang Schauble memang ikut melaksanakan skenario untuk menekan Yunani dan membuatnya tetap mengapung. Meski diam-diam merencanakan skenario suram lainnya untuk membuat Yunani bangkrut.

Senin (20/2) waktu setempat, Schauble menyatakan Yunani sudah berada di jalur yang tepat dan ia mendukung secara terbuka untuk menyuntikkan lebih banyak dana guna membantu Yunani mengatasi utangnya.

Menteri-menteri Uni Eropa (UE) diharapkan akan merampungkan perjanjian untukwrite offutang 100 miliar Yunani dan menyedikan pinjaman hingga 130 miliar euro. Negeri Para Dewa sudah menerima 110 miliar euro pada Mei 2010.

Pendanaan hanya akan diberikan jika perlemen Yunani bisa mendorong terwujudnya rencana-rencana penghematan (austerity measure), memangkas tunjangan pensiunan, memecat pegawai dan menurunkan upah minimum hingga 22%.

Meski belum diratifikasi, rencana ini sudah disepakati DPR Yunani. Hasilnya, Ibukota Athena menjadi lautan api karena amukan rakyat yang tak setujuausterity measure. Juga, terjadi peningkatan bunuh diri dan tuna wisma.

Namun, ada rencana rahasia tersebut. Menurut perhitungan pejabat Eropa, utang Yunani akan tetap berada di 129% terhadap PDB-nya per 2020. Pada 20 Maret mendatang, Yunani harus membayarkan utangnya sebesar 14,5 miliar euro.

Sebab itulah terjadi perbedaan pendapat di Jerman, apakah akan terus mendukung Yunani atau tidak. Seperti Menkeu Bavaria Markus Soder yang berkata euro akan selamat jika Yunani keluar.

Pekan lalu, situs bisnis berbahasa Yunani,BankingNews.grmenyatakan, Jerman sebenarnya ingin Yunani bangkrut. Isu Yunani juga memusingkan raksasa Eropa lainnya, Prancis dan Inggris.

Perdana Menteri (PM) Prancis Francois Fillon menyatakan tak bertanggung jawab jika mempermainkan status Yunani yang sudah di ambangdefault. Menlu Inggris William Hague berpendapat, disayangkan jika Yunani terpaksa keluar.

“Mereka tak punya cadangan mata uang lama yang siap didistribusikan. Tak bijaksana membiarkan Yunani keluar dari euro. (Sistem) ini dibangun tanpa jalan keluar,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Namun bisakah Yunani keluar dari belitan euro? Sebenarnya, mungkin saja. Pada April mendatang akan terjadi pemilu di negara ini dan ada kemungkinan Partai Syriza yang garis kiri keras akan membentuk pemerintahan.

Menurut anggota DPR Yunani dari partai tersebut, Theodoros Dritsas, menjabarkan apa yang akan mereka lakukan begitu berkuasa. “Kami akan memintaTroikakeluar dari negara ini dan kembali keDrachma,” paparnya.[ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.