INILAH.COM, Moskow – Di penghujung 2011 lalu, Rusia menghadapi masalah dan nyaris terjadi bencana nuklir. Mengapa Negara Komunis ini menyembunyikannya?
Sebuah majalah mingguan Rusia, Vlast melaporkan, akhir Desember lalu terjadi kebakaran di kapal selam berbahan bakar nuklir milik Rusia, yang juga dipersenjatai hulu ledak nuklir.
Menurut aparat, seluruh senjata nuklir di kapal bernama Yekaterinburg itu sudah dikeluarkan saat terjadi kebakaran. Sehingga tak ada resiko kebocoran radiasi.
Namun majalah yang bereputasi itu mengklaim, telah mewawancarai sejumlah sumber di angkatan laut Rusia yang menyatakan kapal itu masih membawa 16 unit balistik lintas benua R-29 yang masing-masing dipersenjatai empat hulu ledak nuklir.
“Rusia, pada hari itu, nyaris mengalami bencana nuklir terbesar sejak era Chernobyl,” demikian majalah itu merujuk tragedi nuklir di wilayah yang kini Ukraina, pada 1986 lalu, yang menjadi bencana nuklir terbesar dunia.
Kebakaran terjadi saat karet yang melapisi kapal seberat 18.200 ton itu, menyebabkan asap hitam membubung setinggi 10 meter. Setelah sehari semalam berusaha memadamkan, kapal akhirnya ditenggelamkan agar api padam.