Rabu, 16 Mei 2012 | 22:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jangan Memaksakan Kehendak
Headline
Foto : Ist
Oleh:
web - Selasa, 14 Februari 2012 | 01:09 WIB

Ratusan warga suku Dayak menolak kedatangan tokoh Front Pembela Islam (FPI) dari Jakarta yang tiba di Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (11/2).

Selain di bandara, aksi unjuk rasa warga Dayak yang menolak tokoh FPI juga terjadi Bundaran Besar Palangkaraya.

Mereka juga menolak kehadiran Ketua FPI Habib Rizieq yang akan mengadakan tablig akbar di Palangkaraya, Minggu (12/2) malam. Selain mengadakan tablig akbar, rencananya juga akan dilakukan pembentukan FPI di Palangkaraya, Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur.

Alasan warga Dayak menolak jika FPI beraktivitas di Kalteng, karena FPI dinilai identik dengan kekerasan sehingga tidak sesuai dengan budaya Dayak, Huma Betang.

Huma Betang bermakna perdamaian, kebersamaan dalam keragaman. Mereka juga menegaskan bahwa penolakan ini tidak ada kaitannya dengan agama.

Terkait dengan aksi penolakan FPI oleh warga Dayak ini, pihak MUI Kalimantan Tengah sebenarnya sudah membatalkan pembentukan FPI di Palangkaraya.

Pernyataan pembatalan ini telah disampaikan Panpel pembentukan FPI di hadapan Kepolisian Palangkaraya dan MUI Kalteng, Jumat (10/2) lalu. Dengan adanya pembatalan ini, kita berharap kepada pihak FPI agar mematuhi apa yang sudah diputuskan oleh instansi yang berwenang tersebut.

Kita juga patut bersyukur bahwasannya Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab, juga telah menginstruksikan kepada Laskar Dayak Muslim FPI se-Kalimantan agar tidak terpancing terkait dengan aksi penolakan kehadiran rombongan FPI ke Palangkaraya. Instruksi dari petinggi FPI ini sangat penting guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, kita meminta FPI untuk menghormati kearifan lokal di setiap daerah. Hal ini agar keamanan dan kenyaman di daerah tersebut tetap terjaga dan terpelihara. Janganlah kita memaksakan kehendak hanya untuk kepentingan kelompok. Jika tetap dipaksakan akan berdampak pada stabilitas keamanan di daerah tersebut. Bahkan, bisa berdampak pada kerusuhan SARA.

Sebagai umat beragama sudah sepantasnya jika kita tetap mengedepankan dialog untuk menyelesaikan setiap permasalahan. Dialog dinilai sebagai jalan terbaik bagi pihak-pihak yang sedang bersengketa.

Tidak perlu dengan cara kekerasan, karena dampaknya hanya akan merugikan semua pihak. Kita juga berharap kepada warga Dayak dan FPI agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan tetap menjaga perdamaian serta kerukunan sesama anak bangsa.

Agung Wiratama

Raya Margonda No. 274 Depok

Jawa Barat

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.