Rabu, 16 Mei 2012 | 22:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PM Wen Selaraskan Langkah dengan Deng Xiaoping
Headline
guardian.co.uk
Oleh: Bachtiar Abdullah
web - Selasa, 7 Februari 2012 | 13:34 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Guagzhou - Perdana Menteri China Wen Jiabao berjanji tetap mendukung reformasi dan keterbukaan China, dan akan menerapkan hukum yang lebih baik demi melindungi kehendak petani dan otonomi pemerintahan desa.

Menurut PM Wen, di tengah ketidakpastian global, reformasi China justru menjadi solusi terbaik untuk segala macam masalah. Wen mengemukakan solusi itu ketika turun ke provinsi China Selatan, Guangdong (Kwang Tung), yang diharapkan menjadi lebih terbuka terhadap dunia luar. Wen di Guandong dari Jumat hingga Sabtu (4/2) kemarin dan diberitakan kantor berita Xin Hua.

“Reformasi dan keterbukaan harus dilakukan dengan sabar, atau kita hanya mencapai jalan buntu,” katanya, mengutip pidato mantan pemimpin China Deng Xiaoping dalam tur yang bersejarah ke Guangdong 20 tahun silam. Wen menyerukan tekad dan keberanian dalam mendorong reformasi ke depan serta mengungkapkan rencana jangka panjang reformasi untuk daerah-daerah tertentu.

Menurutnya, petani berhak menentukan pemimpin desanya sendiri melalui pemilihan yang terbuka, adil dan transparan. Pemerintah desa yang otonom adalah satu-satunya cara yang tepat untuk memperbaiki administrasi desa. Urusan lokal harus diputuskan oleh masyakarat lokal sendiri.

Pekan lalu pemerintah pusat mengeluarkan peraturan yang berkaitan dengan revisi undang-undang tentang tanah pedesaan. Selama revolusi kebudayaan, land reform dilakukan, sehingga tanah-tanah pedesaan banyak beralih tangan. Wen ingin soal tanah desa ini ditata ulang agar tidak terjadi sengketa.

September tahun lalu banyak bermunculan masalah penyerobotan tanah di pedesaan. Sebuah sengketa tanah di desa Wukan, provinsi Guangdong, menyulut protes rakyat besar-besaran terhadap pemerintah daerah.

PM Wen akhirnya turun tangan pada Desember lalu. Ia menyatakan pemerintah China segera menggalakan modernisasi pertanian serta akan melindungi hak-hak petani. Dia mengatakan, petani memiliki hak legal atas tanah mereka, penggunaan lahan serta distribusi pendapat kolektif. Tak peduli petani yang bersangkutan sudah berpindah ke kota atau masih di desanya, tetapi ia tetap memperoleh bagian atas hasil tanah pertaniannya.

Tentu warga desa Wukan sumringah dengan keputusan pemerintah yang memulai kelonggaran berdemokrasi pada level pemilihan kepala desa. Pada 1 Maret mendatang, pemilihan kepala desa baru akan dilaksanakan, menggantikan kepala desa Wukan lama yang dipaksa turun oleh rakyat.

China memulai babak lanjutan proses demokratisasi dengan melakukan reformasi politik secara lebih terukur. Mudah-mudahan China tidak terjerembab karena tersandung dan tersandera demokratisasi yang kebablasan seperti yang dialami Indonesia saat ini. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.