INILAH.COM, Los Angeles – Makin senior, kemampuan akting Meryl Streep makin terasah. Lihat saja perannya yang memukau sebagai mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Margaret Thatcher dalam ‘Iron Lady’.
Peran itu sukses membawanya mendapat penghargaan Golden Globe 2012 sebagai Aktris Terbaik. Peran sebagai Iron Lady, julukan Thatcher, juga mengantarkannya di daftar nominasi Academy Awards 2012 alias Piala Oscar, pada kategori yang sama.
Meryl membawakan dengan amat baik sosok Thatcher muda, yang terperangkap di apartemennya di London. Seorang perempuan yang kesepian dan melakukan percakapan khayalan dengan mendiang suaminya. Ini adalah sosok yang sangat berbeda dengan Thatcher yang kuat dan bertolak belakang saat berpolitik.
Fakta bahwa aktris Amerika akan memerankan seorang perempuan Inggris yang kuat saja, sudah membangkitkan rasa penasaran. Apalagi, poster filmnya yang menampilkan Meryl bagai pinang dibelah dua dengan PM perempuan yang paling dikagumi itu.
Apalagi di Hollywood, Meryl dikenal sebagai salah satu aktris yang jago menirukan aksen-aksen asing. Mulai dari aksen Polandia, aksen Denmark di ‘Out of Africa’ (1985), aksen Inggris di ‘Plenty’ (1985) dan ‘Iron Lady’ (2011).
Juga aksen Italia di ‘The Bridges of Madison County’ (1995), dialek Midwestern di ‘A Prairie Home Companion’ (2006) dan bahkan aksen Australia yang agak sedikit berbau Selandia Baru di film ‘A Cry in the Dark’ (1988).
Aktris Amerika kelahiran 22 Juni 1949 ini memang amat berdedikasi di dunia teater, televisi dan film. Hasil kerjanya, membuat Meryl dikenal sebagai salah satu aktris berbakat dan paling dihormati di era seni kontemporer.
Perempuan bernama lengkap Mary Loise Streep ini lahir di Summit, New Jersey. Ibunya seorang seniman komersial dan mantan editor seni. Sedangkan ayahnya, seorang eksekutif di industri farmasi. Meryl memiliki dua saudara laki-laki, Dana David dan Harry William III.
Lulus dari Yale School of Drama, ia terlibat dalam beberapa proyek. Salah satunya, New York Shakespeare yang termashyur memproduksi beberapa penampilan teater. Di tempat itu ia bertemu aktor John Cazale dan mereka bertunangan.
Meryl muda mengawali debut aktingnya di Broadway, panggung teater yang amat populer dan prestisius di Amerika. Film layar lebar pertamanya adalah ‘Julia’ (1977), perannya kecil namun amat penting dalam adegan-adegan flashback.
Sisa 1970-an merupakan momen-momen penting yang melontarkan nama Meryl ke dunia akting Hollywood. Ia berkenalan dengan banyak orang-orang hebat. Hingga akhirnya meraih berbagai penghargaan. Terutama untuk fim ‘Kramer vs Kramer’ (1979).
Pada 1980-an, kemampuan Meryl untuk berperan dalam film-film ‘berat’ mulai teruji. Berbagai tawaran untuk berperan di film drama berdatangan. Seperti korban selamat holocaust asal Polandia di film ‘Sophie’s Choice’ (1982) yang membuatnya kembali dikenal, karena aksen Polandia-nya dipuji.
Pada 1984 hingga 1990, Meryl telah memenangkan enam penghargaan People’s Choice Award, untuk aktris terbaik dalam film dan 1990, ia dianugerahi sebagai World Favorite. Maka pada dekade selanjutnya, 1990-an, ia mendapatkan peran-peran besar.
Dekade 2000-an, ia buka sebagai pengisi suara Blue Fairy di film ‘A.I. Artificial Intelligence’ (2000) karya sutradara Steven Spielberg. Pada 2008, ia mendapatkan kesuksesan komersial besar lewat film musikal ‘Mamma Mia!’ yang memainkan lagu-lagu grup pop Swedia, ABBA.
Selain penghargaan dari dunia hiburan, Meryl juga tercatat sebagai penerima gelar kehormatan. Yakni dari almamaternya, Yale, yang memberinya gelar kehormatan Doctorate of Fine Arts (1983). Kemudian gelar yang sama dari Princeton (2009) dan Harvard (2010). [ast]