INILAH.COM, Jakarta - Tantangan besar berada dipundak ikon MotoGP, Valentino Rossi, pada balapan musim 2012 mendatang. Setelah babak belur musim lalu, 'The Doctor' menebar asa optimis musim ini.
Prestasi Rossi di sirkuit balapan sudah tidak perlu diragukan lagi. Sejak turun di kelas 125cc pada tahun 1996, pembalap Italia itu sudah meraih sembilan gelar Grand Prix dengan tujuh diantaranya pada kelas tertinggi (500cc dan MotoGP).
Hebatnya lagi, gelar juara yang Rossi raih tidak hanya dengan satu tunggangan saja. Seperti sang ayah, Rossi memulai karir dengan Aprilia dan langsung menjadi juara pada musim 1997. Rossi terus menunggangi Aprilia saat mengarungi kelas 250cc, sampai akhirnya tahun 2000 naik kelas ke 500cc dan beralih ke pabrikan Jepang, Honda. Yamaha pun menjadi labuhan Rossi pada 2004, dimana ia meraih empat gelar.
Namun dalam dua musim terakhir, karir pemilik nomor 46 ini mulai meredup. Menutup kerja sama bersama Yamaha hanya dengan finis ketiga pada klasemen akhir musim 2010, Rossi malah KO pada musim perdananya dengan pabrikan kampung halamannya sendiri, Ducati.
Untuk pertama kalinya dalam karir balapnya, Rossi gagal memenangkan satu seri pun sepanjang musim. Tentu bukan suatu yang menggembirakan jika menilik latar belakang prestasi pembalap kelahiran Urbino itu.
Kini asa tinggi dibumbungkan sang pembalap jelang musim 2012. Dengan regulasi mesin baru yang memakai 1000cc, Rossi menilai memiliki kemampuan untuk bersaing setelah hanya finis ketujuh dalam klasemen akhir musim lalu.
"Musim lalu sangat membuat frustrasi, karena kami bekerja sangat banyak dan gagal memperbaiki apapun. Sekarang kami hanya bekerja untuk tiga hari dan kami terus berkembang. Sekarang lebih normal dan sangat positif," ujar Rossi usai menjalani hari terakhir tes perdana MotoGP di sirkuit Sepang, Kamis (2/2/2012), seperti yang dilansir Crash.net.
Secara keseluruhan, rata-rata Rossi berada diperingkat lima daftar pencatat waktu tercepat sepanjang tes yang berlangsung selama tiga hari.
Masih Dibelakang Stoner & Lorenzo
Kedigdayaan Rossi dalam balapan MotoGP membuat pembalap lain sangat ingin mengalahkannya, meski masih menghormatinya. Hasrat persaingan inilah yang semakin menyulitkan Rossi untuk kembali meraih kejayaan.
Selain kerasnya perjuangan Rossi untuk bangkit, pertarungannya musim depan akan sangat menarik setelah dirinya kerap mengalami gesekan dengan juara bertahan, Casey Stoner, yang musim lalu menilai Rossi 'keinginan tidak sesuai kemampuan' usai bertabrakan di GP Valencia.
Selain itu rivalitas berbau Yamaha antara Rossi dengan Jorge Lorezo juga patut ditunggu. Dinilai terlalu sulit menyaingi Stoner dengan Honda, jadi mengejar dan bersaing dengan Yamaha adalah target realistis. Karena itu Lorenzo akan kembali beradu kemampuan dengan mantan rekannya di Fiat Yamaha.
Namun bukan berarti tidak ada pembalap lain yang bisa menggeser Rossi dari papan atas klasemen. Nama seperti Ben Spies dan Carl Cruthlow siap mengancam dengan Yamaha setelah tampil cepat pada sesi latihan perdana.
Jadi apakah Rossi sanggup melawan semua tekanan dan kembali meraih gelar juara MotoGP? Kita tunggu saja aksi perdananya musim 2012 saat lampu hijau dinyalakan di GP Qatar, 8 April mendatang.