Rabu, 16 Mei 2012 | 22:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
AS Peduli Ibu-Bayi Indonesia
Headline
Direktur USAID Indonesia, Glenn Anders - foto: Ist
Oleh: Vina Ramitha
web - Sabtu, 28 Januari 2012 | 11:33 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Kedubes AS mencanangkan program baru senilai US$55 juta untuk memperbaiki kesehatan ibu dan bayi di enam provinsi dengan angka kematian tertinggi di Indonesia.

Program Badan Pembangunan Internasional Pemerintah AS (USAID) yang diberi nama Expanding Maternal and Newborn Survival (EMAS) ini akan menjangkau Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat.

Hampir 70% kasus kematian ibu dan 75% kematian bayi terjadi hanya di Jawa dan Sumatra dan hampir semuanya disebabkan oleh faktor-faktor yang bisa dicegah.

“AS senang dapat memperkenalkan EMAS, program yang akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi di Indonesia,” kata Direktur USAID Indonesia Glenn Anders.

“Program ini akan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi juga penanganan saat bersalin dan komplikasi pada saat kehamilan,” lanjutnya.

Diperkirakan sekitar sepuluh ribu perempuan meninggal dunia akibat komplikasi saat kehamilan dan bersalin setiap tahunnya di Indonesia. Ini merupakan salah satu tingkat kematian ibu yang tertinggi di kawasan.

Nyawa wanita dan anak-anak yang baru dilahirkan dapat diselamatkan dengan mencegah dan menangani komplikasi-komplikasi saat hamil, bersalin dan hari-hari pertama sang bayi dengan pengidentifikasian serta perawatan ibu-bayi yang terkena komplikasi dengan tepat waktu.

Setiap tahunnya lebih dari 80 ribu bayi yang baru lahir meninggal dunia pada bulan pertama hidupnya akibat kondisi-kondisi yang sebenarnya dapat diobati seperti kelahiran prematur, asphyxia kelahiran, dan neonatal sepsis.

Program EMAS diluncurkan oleh Jhpiego, Save the Children, dan Reseach Triangle, Inc. (RTI) dengan kerjasama dari Kementerian Kesehatan, Muhammadiyah, dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Peluncuruan ini merupakan bagian dari Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia, sebuah komitmen oleh Presiden Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meningkatkan kerjasama antara AS-RI.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.