INILAH.COM, Jakarta – Pada Selasa (4/10) ini, Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk RI Scot Marciel memperingati ulang tahun ke-50 USAID.
Ulang tahun Badan Pembangunan Internasional AS (US Agency for International Development/USAID) ini sekaligus menandai 50 tahun kemitraan dengan Indonesia. Dubes Marciel menghadiri perayaannya di @america.
Dalam pidato pembukaannya, Dubes Marciel sempat mengingat bahwa pada 1950-an, Indonesia dilanda bencana kemiskinan dan hanya memiliki sedikit infrastruktur. Ketika itu, Tanah Air juga salah satu negara termiskin di Asia.
“Namun saat ini, Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan pendapatan ekonomi menengah dan merupakan anggota di G20, sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia,” kata Dubes Marciel dalam siaran pers kepada INILAH.COM.
Melaui pencapaian-pencapaian makroekonominya, Dubes Marciel yakin Indonesia telah menjadi pusat baru untuk investasi internasional.
“Usaha-usaha yang dilakukan oleh USAID di Indonesia adalah elemen utama Kemitraan Komprehensif yang ditandatangani oleh Presiden SBY dan Obama pada November 2010,” lanjutnya.
Selama 50 tahun terakhir ini USAID telah bermitra dengan Indonesia untuk mengembangkan sumber daya manusia, membangun infrastruktur sosial dan ekonomi, serta mengentas kemiskinan.
Kemudian juga memberantas penyakit menular, meningkatkan ketahanan pangan serta memperbaiki kondisi kesehatan ibu dan anak. USAID juga telah memberikan bantuan penanganan bencana alam seperti bencana tsunami 2004.
USAID akan memperingati sebuah titik bersejarah yang menandai ulang tahun ke-50-nya setelah Presiden AS John F. Kennedy meresmikan badan ini.
Setelah menyaksikan kerusakan besar di Eropa akibat Perang Dunia II dan keberhasilan program Marshall Plan untuk membangun kembali benua tersebut.
Presiden Kennedy menyatakan, meningkatkan kesempatan maju dan kebebasan dari seluruh umat manusia adalah titik kunci dari keamanan domestik, kemakmuran komparatif dan kata hati nasional Amerika.
USAID adalah badan yang indipenden dibawah pemerintahan AS yang memberikan bantuan ekonomi, pembangunan dan kemanusiaan di seluruh dunia demi mendukung kebijakan-kebijakan luar negeri AS.