Sabtu, 20 Desember 2014 | 04:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Film Tentang Kekejaman Putra Saddam Hussein
Headline
thedevilsdoublefilm.com
Oleh: Vina Ramitha
web - Kamis, 4 Agustus 2011 | 00:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Kisah Latif Yahia yang dipaksa menjadi 'bayang-bayang' putra Saddam Hussein, Uday, untuk keperluan keamanan difilmkan. Seperti apa kisah yang mencengangkan dunia ini?

Film yang tokoh Latif diperankan oleh aktor Dominic Cooper ini bertajuk ‘The Devil’s Double’. Kisah terjadi di Baghdad pada 1987, ketika Latif yang seorang letnan di militer Irak, dipanggil oleh keluarga Saddam.

Latif diperintahkan mengubah penampilannya agar miripputra Saddam, Uday Hussein si ‘Black Prince’. Dalam film ini, Uday digambarkan sebagai sosok pemuda yang gemar pesta, sadis, serta menggemari seks dan kekerasan.

Diancam keluarganya akan disakiti jika ia tak patuh, Latif pun terpaksa mengikuti keinginan pemimpinnya. Ia dilatih berjalan, berbicara dan bertingkah seperti Uday.

Latif terpaksa berusaha keras mengikuti gaya hidup ‘urakan’ sang pangeran. Semua itu dilakukan demi pengalihan, jadi jika ada yang ingin membunuh Uday, orang itu akan terkecoh dengan Latif yang mulai dari penampilan, janggot, badan, hingga gaya berjalannya amat mirip Uday.

Cerita mengenai adanya semacam alter ego ini memang menjadi bisik-bisik di Irak saat Saddam berkuasa. Bahkan, Saddam pun dikabarkan membuat bayang-bayang dirinya, juga untuk tujuan mengecoh lawan-lawan politiknya. Orang yang mirip Saddam dibuat untuk mengalihkan perhatian.

Film ini dibuat berdasarkan otobiografi Latif, ‘I Was Saddam’s Son’, yang penulisannya dibantu Karl Wendl, seorang jurnalis. Latif dipaksa menjalani pembedahan untuk membuat wajahnya mirip Uday..

Ia juga menghadapi berbagai marabahaya, tampil di hadapan publik dan sempat muncul di lini depan Perang Teluk sementara Uday asli asyik menikmati dinginnya Swiss.

Latif mengungkap kekotoran pemerintah Irak, yang berlandaskan korupsi dan penuh intrik. Otobiografi itu mengisahkan apa yang ia saksikan dan dengar.

Sebagai putra tertua, Uday sempat dikatakan akan mewarisi kekuasaan sang ayah. Namun, kesempatan itu hilang karena tingkah laku Uday serta hubungan dengan ayah serta saudaranya, Qusay, bermasalah.

Uday tewas terbunuh bersama saudaranya itu dalam sebuah operasi rahasia gabungan, saat invasi Irak yang dipimpin Amerika pada 22 Juli 2003. Latif adalah teman sekolah Uday saat keduanya masih kecil.

Latif selamat dari 11 percobaan pembunuhan terhadap Uday dan sukses meninggalkan Irak pada Desember 1991. Film ‘The Devil’s Double’ pertama ditayangkan di Sundance Film Festival 2011 dan mendapatkan tanggapan baik.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER