Kamis, 24 Juli 2014 | 05:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dibalik Insiden Serangan Cyber IMF
Headline
IST
Oleh: Asteria
web - Selasa, 14 Juni 2011 | 15:18 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, New York – Serangan cyber yang dilakukan terhadap IMF diperkirakan bertujuan mencuri informasi sensitif, menyusul memanasnya persaingan untuk memimpin badan yang mengawasi sistem keuangan global. Benarkah?

Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini menjadi target dari serangan cyber besar dan canggih. Serangan dimulai beberapa bulan lalu. Demikian dikutip dari pejabat senior IMF yang tidak mau diidentifikasi dan yang mengetahui tentang serangan tersebut,”Serangan itu canggih dan serius," katanya.

Masalah ini datang ketika IMF akan menggelar proses pencarian pengganti untuk mantan direktur Dominique Strauss-Kahn, politisi Prancis pengelola IMF, yang mengundurkan diri 18 Mei setelah dituduh melakukan penyerangan seksual atas seorang pelayan di hotel New York City.

Tom Kellerman, pakar keamanan cyber yang telah bekerja untuk IMF dan Bank Dunia mengatakan, para penyusup bertujuan menginstal perangkat lunak yang memberitahu ‘kehadiran orang dalam digital’ pada jaringan IMF. "Itu adalah serangan yang ditargetkan," kata Kellerman, yang juga bekerja di kelompok dewan yang dikenal sebagai Cyber Security Protection Alliance.

“Kode yang digunakan dalam insiden IMF dikembangkan secara khusus untuk serangan terhadap lembaga,” kata Kellerman.

IMF mengelola krisis keuangan di seluruh dunia dan menyimpan informasi pergerakan pasar yang sangat rahasia dan potensial tentang kondisi fiskal banyak negara. Salah satunya menjadi pusat program bailout untuk Portugal, Yunani dan Irlandia dan memiliki data sensitif negara-negara lain yang mendekati level krisis.

Database IMF meliputi komunikasi di belakang layar dengan para pemimpin nasional yang dinegosiasikan dalam rangka bailout internasional. Perjanjian-perjanjian tersebut, menurut seorang pejabat IMF, merupakan dinamit politis di pelbagai negara,” Tak jelas informasi yang dapat diakses oleh penyerang.”

Tak heran, bila setelah serangan itu, Bank Dunia sebuah lembaga global yang berfokus pada pembangunan ekonomi, secara singkat menutup akses eksternal ke sistem yang paling sensitif dan mengurangi link komputer yang memungkinkan organisasi untuk berbagi informasi. Link tersebut memungkinkan IMF dan BD berbagi data non publik dan melakukan rapat, tapi pengguna sistem tersebut mengatakan tidak mengizinkan akses ke data keuangan rahasia.

Seorang juru bicara Bank Dunia mengatakan, sebuah langkah telah diambil sebagai sikap hati-hati, hingga tingkat keparahan dan sifat serangan cyber di IMF dapat dipahami. Tapi Bank Dunia cepat kembali ke kegiatan normal dan mengatakan telah melihat ada bukti dari setiap serangan.

Perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga publik kerap ragu-ragu menggambarkan secara umum kejadian atau keberhasilan serangan terhadap sistem komputer, sebagian karena takut hal ini akan memberikan informasi yang berguna bagi individu atau negara-negara tertentu. Namun, Google baru-baru ini secara agresif mengumumkan serangan dan, dalam kasus baru-baru, yang menyatakan bahwa asal-usulnya adalah Cina, tuduhan yang dengan cepat ditolak pemerintah China.

Dalam kasus IMF, para pejabat menolak mengatakan kemungkinan serangan berasal, karena sebagian besar negara merupakan anggota IMF. Serangan kemungkinan dilakukan dengan teknik yang dikenal sebagai "phishing tombak," di mana seorang individu tertipu mengklik link Web berbahaya atau menjalankan sebuah program yang memungkinkan akses terbuka ke jaringan penerima. Ada kemungkinan juga bahwa serangan itu kurang spesifik, kasus di mana penyusup menguji sistem hanya untuk melihat apa yang tersedia.

IMF mengatakan tidak percaya bahwa intrusi ke dalam sistem ini terkait dengan digital break-in canggih di RSA Security pada Maret, yang berkompromi beberapa informasi, dimana perusahaan dan pemerintah harus mengontrol akses ke sistem komputer mereka yang paling sensitif .

RSA diberitahu klien atas hilangnya data, dan bulan lalu hacker mencoba menggunakan informasi yang dicuri dari RSA untuk mendapatkan akses ke komputer dan jaringan di Lockheed Martin Corporation, pemasok IT utama pemerintah AS. Namun, serangan itu berhasil digagalkan.

Sebelumnya, Anonymous, kelompok hacker paling terkenal, diduga menjadi dalang di balik aksi ini. Pada 1 Juni, setelah DSK ditangkap karena dugaan perkosaan, mereka men-tweet:

# OperationGreece: Target: http://www.imf.org | More info:: http://tl.gd/aqqhhm # Anonymous

Anonymous merilis sebuah surat pada 25 Mei yang mengutuk Pemerintah Yunani dan IMF karena menerima pinjaman tanpa persetujuan masyarakat, dan memaksa rakyat dalam kemiskinan berkepanjangan dan penurunan dramatis standar hidup mereka.

"Masyarakat Yunani telah ditinggalkan tanpa pilihan lain, selain turun ke jalan dalam sebuah revolusi damai melawan tirani ekonomi yang sejalan dengan IMF," tulis Anonymous.

Seperti diketahui, IMF saat ini dalam negosiasi untuk membantu menstabilkan kolapsnya perekonomian Yunani, baru-baru ini menyetujui pinjaman US$ 40 miliar sebagai bagian dari paket dana talangan US$ 140 miliar.

Namun, ahli keamanan akrab dengan insiden tersebut meyakni, serangan cyber pada IMF dilakukan oleh hacker yang dianggap terkait ke pemerintah asing, bukan grup hacker Anonymous,.

Demikian juga Jeff Moss, seorang yang menyebut dirinya hacker komputer dan anggota dari US Department of Homeland Security Advisory Committee, mengatakan yakin serangan itu dilakukan atas nama sebuah negara yang mencari atau mencuri informasi sensitif mengenai strategi IMF atau untuk mempermalukan lembaga tersebut.

Ia mengatakan hal itu bisa menginspirasi serangan terhadap lembaga-lembaga besar lainnya. "Jika tidak bisa menangkap mereka, saya takut hal ini akan memberi semangat pihak lain untuk mencoba," kata Moss.

Hal ini dikuatkan Direktur CIA Leon Panetta yang mengatakan kepada Kongres, bahwa AS menghadapi kemungkinan serangan cyber yang mampu melumpuhkan sistem tenaga listrik, jaringan listrik, keamanan, keuangan dan sistem pemerintahan.

“Untuk membantu penyelidikan, FBI bekerja sama dengan IMF," kata juru bicara, Letnan Kolonel April Cunningham dari Angkatan Udara AS. Hal ini untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan hacker dengan pemerintah asing.

David Hawley, juru bicara IMF hingga kini masih menolak memberikan rincian atau berbicara tentang ruang lingkup atau sifat intrusi,”Kami sedang menyelidiki insiden ini dan IMF sepenuhnya masih fungsional,”ujarnya. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER