Kamis, 24 April 2014 | 20:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Lionel Messi
Pemain Muda dengan Prestasi Melegenda
Headline
Lionel Messi
Oleh: Boy Leonard Pasaribu
web - Minggu, 29 Mei 2011 | 04:50 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, London - Satu dari tiga gol yang dicetak Barcelona ke gawang Manchester United lahir dari kaki Lionel Messi. Sang bintang pun dinobatkan sebagai pemain terbaik final Liga Champions 2011.

Laga final tersebut dimenangkan Barca dengan skor 3-1 dan gol yang diceploskan Messi membuatnya tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Liga Champions musim ini dengan 12 gol.

Total 12 gol dalam semusim itu juga menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musim sepanjang sejarah Liga Champions, menyamai torehan mantan penyerang Manchester United, Ruud van Nistelrooy.

Messi hanya kalah dari Jose Altafini yang mencetak 14 gol kala kompetisi Liga Champions masih bernama Piala Eropa, tahun 1962 silam.

Musim ini adalah ketigakalinya secara beruntun penyerang Timnas Argentina setinggi 169 cm itu merebut gelar pencetak gol terbanyak. Sebelumnya, hanya dua orang yang mampu melakukannya yaitu Gerd Muller dan Jean Pierre-Papin.

Meski ‘hanya’ mencetak satu gol, Messi mampu menarik perhatian para bek MU dan membuka ruang bagi pemain lain. Ia bahkan hampir mencetak gol kedua lewat sontekan tumitnya saat kiper MU, Edwin van der Sar, sudah salah posisi. Namun Fabio berhasil menghalau bola di garis gawang.

Tak ada yang menyangka jika pemain muda berusia 23 tahun itu akan menjadi megabintang lapangan hijau. Bagaimana tidak, lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1987, Messi kecil bertubuh ringkih. Pertumbuhannya pun terhambat karena gangguan hormon pertumbuhan.

Namun melihat skilnya yang menawan di usia dini saat masih berlatih bersama Newell Old-Boys di Argentina, pemantau bakat Barcelona tak ragu menyarankan Blaugrana menyekolahkan Messi di La Masia, akademi sepak bola Barcelona.

Barca bahkan berani menanggung biaya Messi dan kedua orang tuanya yang ikut diboyong ke Spanyol saat sang calon bintang masih berusia 13 tahun. Barca juga menanggung biaya terapi hormon untuk memperbaiki fisik Messi dengan jumlah yang cukup besar.

Pengorbanan tersebut tak sia-sia. Lima gelar La Liga dan tiga gelar Liga Champions dipersembahkan. Belum lagi trofi lain seperti Piala Raja, Piala Dunia Antarklub maupun Piala Super Spanyol dan Piala Super Eropa.

Dua gelar pemain terbaik FIFA diraihnya secara beruntun dua tahun terakhir. Melihat prestasinya musim ini yang masih benderang, tak menutup kemungkinan Leo merebut yang ketiga kalinya tahun depan.

Messi juga pernah menjadi pemain terbaik di La Liga, pencetak gol terbanyak La Liga dan pencetak gol terbanyak antarliga Eropa.

Sekali lagi, semua torehan emas tersebut diraihnya pada usia yang cukup dini, yakni 23 tahun. Dalam usia sedini itu pula, Messi mulai disejajarkan dengan sejumlah legenda sepak bola seperti Pele dan Maradona.

Bersama Timnas Argentina, Messi juga pernah menjuarai Piala Dunia U-20 tahun 1995 dan merebut emas Olimpiade 2008. Satu-satunya gelar yang bergengsi yang belum pernah direbut Messi adalah Piala Dunia. Jika trofi empat tahunan tersebut berhasil dimenangkannya, tak ada lagi alasan untuk tidak mengakui Messi sebagai pemain legendaris, meski usianya masih muda.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
5 Komentar
Lionel Jibran
Minggu, 28 Agustus 2011 | 13:45 WIB
ralat..MESSI membawa Argentina juara piala dunia junior bukan th 1995 melainkan th 2005.....
someone
Rabu, 1 Juni 2011 | 01:10 WIB
Messi memang spektakuler,dengan gocekan bolanya,dengan ketenangannya di lapangan.kapan kita ada bintang sekelas ini ya
albab
Minggu, 29 Mei 2011 | 18:53 WIB
messi sang messiah...
zinyo dika
Minggu, 29 Mei 2011 | 08:55 WIB
i love messi..........genius
achmad kuzaeni
Minggu, 29 Mei 2011 | 06:23 WIB
Resiko yang harus diterima ketika bermain terbuka melawan Barcelona yang unggul dalam penguasaan bola, tapi salut buat Sir Alex yang berani mengambil resiko itu, tidak hanya bermain bertahan dengan menumpuk pemain didepan gawang sendiri pun juga memperbanyak gelandang dengan mengeliminir penyerang. sehingga penonton disuguhi pertandingan yang memikat nan enak ditonton. Selamat buat yang menang dan salut bagi yang kalah atas keberanian dan sportivitasnya.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.