INILAH.COM, Jakarta - Kedutaan Besar AS meluncurkan proyek senilai US$15,8 juta dalam bentuk program Support for Economic Analysis Development in Indonesia (SEADI). Seperti apa?
Program ini diharapkan akan membantu RI guna mengembangkan kebijakan ekonomi yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi yang cepat, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini juga akan membantu memperkuat kebijakan yang mendorong penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan.
Disponsori oleh Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), program SEADI akan mendorong tujuan Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia.
Kemitraan ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan rasa saling pengertian, memajukan kesejahteraan, menjaga lingkungan dan memperkuat demokrasi bagi rakyat Indonesia dan Amerika Serikat.
"Indonesia membutuhkan lapangan pekerjaan baru untuk generasi muda yang baru," ujar Direktur USAID Indonesia Walter North dalam acara peluncuran tersebut. "Program baru ini akan membantu lembaga dan perguruan tinggi Indonesia menghadapi tantangan ini."
Tujuan dari proyek selama 30 bulan ini adalah memperbaiki kebijakan ekonomi di bidang-bidang seperti lingkungan bisnis, perdagangan dan investasi, pasar tenaga kerja, dan lembaga keuangan nonbank. Kemudian memperkuat kapasitas analisis ekonomi masyarakat dan lembaga-lembaga lokal.
SEADI akan menggunakan lembaga yang ada di Indonesia untuk melaksanakan analisis ekonomi dan peningkatan kapasitas. Program ini akan menyediakan pelatihan jangka panjang bagi sejumlah orang Indonesia.