Rabu, 3 September 2014 | 06:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tawuran Mahasiswa Makassar Sungguh Tidak Bermutu
Headline
inilah.com
Oleh:
web - Kamis, 12 Mei 2011 | 00:45 WIB

Kendati sudah menjadi langganan memalukan, melihat tawuran mahasiswa Makassar di media televisi sungguh menjadi pemandangan sangat mengerikan.

Belum lama ini, Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) berubah menjadi medan perang. Tak ada lagi suasana intelektual. Dua kelompok mahasiswa terlibat tawuran di kampus mereka, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 9 Mei 2011.

Tawuran ini melibatkan dua kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dengan mahasiswa yang tergabung di Unik Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UMI. Kali ini tak ada korban jiwa (entah lain waktu), berbeda dengan peristiwa sebelumnya yang menyebabkan dua mahasiswa terluka.

Ibarat pasukan perang, dengan bermodalkan senjata tajam, senjata rakitan, panah, dan batu, serta ketapel, dua kelompok mahasiswa ini saling menyerang.

Kampus yang biasanya tenang berubah menjadi arena pertempuran. Sungguh merupakan pemandangan memuakkan.

Kontan saja sejumlah mahasiswa yang masih beraktivitas pada sore hari lari menyelamatkan diri menghindari sasaran lemparan batu dan senjata para mahasiswa yang bertarung.

Saking tegang dan paniknya, seorang mahasiswi pingsan. Petugas keamanan kampus pun membopong mahasiswa yang pingsan ke tempat aman.

Suasana tegang berlangsung satu jam (cukup lama), saling maki dengan suara menantang. Sesekali dua kelompok mahasiswa mengacungkan parang ke arah lawan yang posisinya berbeda. Bahkan, terdengar beberapa kali suara tembakan.

Meski kekuatan mahasiswa Mapala lebih dari 100 orang, justru dipukul mundur oleh mahasiswa Teknik yang hanya berkekuatan 30-an orang. Mahasiswa Mapala, begitu mendengar suara tembakan dan sejumlah anak panah melesat ke arah mereka, lari tunggang langgang hingga keluar area kampus Jalan Urip Sumoharjo.

Suasana pun mereda ketika anggota Polsekta Panakukang datang. Sekejap medan pertempuran berubah senyap. Mahasiswa melarikan diri sebelum tertangkap. Polisi pun menyisir ke dalam kampus dan menemukan sejumlah senjata tajam, anak panah, dan batu bertebaran di depan masjid UMI yang menjadi arena pertempuran.

Meski instruksi dari Rektor UMI Prof Masrurah menegaskan dan mengancam akan ada sanksi pemecatan dan tembak di tempat atas mahasiswa yang terlibat tawuran, hal itu tak jua membuat mahasiswa kapok. Yang jelas, tawuran mahasiswa itu menjadi tontonan tidak bermutu.

Jenifer Woworuntu
Komp. Lenteng Agung Persada
Jakarta Selatan
jenifer.woworuntu@gmail.com

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
itong
Kamis, 12 Mei 2011 | 02:09 WIB
emang ada tawuran yg bermutu ?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER