Kamis, 23 Oktober 2014 | 07:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Osama bin Laden, Alat Politik Perang AS
Headline
Osama bin Laden - IST
Oleh: Ahluwalia
web - Rabu, 4 Mei 2011 | 05:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Osama bin Laden sebagai orang yang paling dicari Amerika Serikat kemungkinan hanya menjadi alat politik negara adidaya tersebut untuk mengobarkan perang di Afghanistan dan Timur Tengah.

AlQaeda dan gembongnya Osama bin Laden, dengan melancarkan berbagai aksi teror, telah menjadi sarana bagi banyak pihak untuk mencoreng citra Islam dan Muslim. Osama bin Laden keliru memahami ajaran Islam dan menggunakannya di jalan menyimpang serta melancarkan berbagai serangan teror untuk mendapatkan pengakuan atas eksistensinya.

Akibatnya, pengamat dari Amerika Serikat dan mantan analis CIA, Kathleen Christison meyakini Osama bin Laden hanya menjadi alat politik bagi AS untuk mengobarkan perang di Timur Tengah dan Afghanistan. Maka, meski telah mengumumkan kematian pemimpin Al Qaeda itu, AS masih terus melanjutkan kebijakan ekspansifnya.

"Saya berpikir kematian Osama tidak akan memberi banyak pengaruh terhadap kebijakan yang disebut perang melawan terorisme, yang dipelopori oleh AS dan sekutunya," kata Christison.

Pada prakteknya, perang tersebut tidak begitu memiliki hubungan dengan Osama dan Taliban. “Saya khawatir AS akan terus melakukan intervensi militer di negara-negara lain setelah tewasnya Osama,” jelasnya.

AS mengejar tujuan-tujuan imperialisnya, mengontrol kawasan Timur Tengah dan menjamin akses aman ke sumber-sumber minyak di kawasan. Negara adidaya itu hanya ingin memperkuat hegemoni rezim Zionis Israel di kawasan dan juga membantu rezim-rezim bonekanya seperti Arab Saudi.

Christison yang aktif sebagai analis CIA pada dekade 1960, menegaskan, Osama sama sekali tidak diperhitungkan sebagai sebuah faktor penting dalam tujuan-tujuan AS. Ia hanya alat politik Washington dalam mengejar kebijakan ekspansif AS.

Menurutnya, sejak beberapa tahun lalu, Osama tidak lagi mengontrol operasi Al Qaeda dan memainkan peran penting dalam aksi-aksi terorisme. AS juga mengetahui dengan baik masalah ini namun tetap mengeksploitasinya sebagai sarana dan alat pada saat-saat diperlukan.

Pengumuman tewasnya Osama pasti akan membantu Presiden Barack Obama di AS, terlebih di masa kampanye pemilu presiden mendatang yang telah dimulai di tengah popularitas Obama yang mengalami penurunan.

Sosok Osama bin Laden yang menjadi otak pengeboman menara kembar WTC serta markas Pentagon Amerika Serikat akan senantiasa dikagumi kelompok teroris di Dunia Islam dan internasional. Semua kelompok teroris mengidolakan Osama, termasuk Indonesia. [berbagai sumber]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
ernie
Rabu, 4 Mei 2011 | 09:40 WIB
wah..lucu sekali padahal jgn2 obama adalah salah satu kaki tangan amerika untuk melegalitaskan perang di timur tengah
Harimau
Rabu, 4 Mei 2011 | 07:54 WIB
Osama adalah alat yang digunakan oleh intelegent amerika dan yahudi dalam rangka untuk memberangus gerakan islam di muka bumi.Ingat wahai kaum penindas.sejarah telah membuktikan islam akan selalu menang dan tak akan pernah padam di muka bumi ini.Seandainya seluruh kekuatan di bumi ini bersatu untuk menghancurkan cahaya islam,maka itu akan sia-sia belaka
hasan
Rabu, 4 Mei 2011 | 07:38 WIB
setuju, tepat analisanya. Memang begitulah watak amerika dan zionis.... makanya jangan tertipu.... dengan propaganda si amerika licik
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA POPULER